JAKARTA, Berita HUKUM - Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI menyambut era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) melalui pengembangan karakter dan pendalaman bahasa. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor III Bidang Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni, Dr. M. Agus Cholik, SE., MM., Kamis (28/4) usai mengikuti acara wisuda ke 29 di gedung Damapala Kementerian Keuangan di Jakarta.
Agus mengingatkan, memenangkan kompetisi pada MEA 2016 yang akan dihadapi para lulusan Institut STIAMI, dapat diraih dengan memiliki karakter dan menguasai atau memahami sejumlah bahasa.
"Yaitu tangguh dan mampu membaca serta melaksanakan sejumlah peluang. Selain itu unggul dalam bahasa atau dapat berkomunikasi. Karenanya, kami selalu mengedepankan hal tersebut sepanjang masa perkuliahan hingga siap bekerja dan berkompetisi," papar Agus saat berbincang bersama pewarta BeritaHUKUM.
Berdasarkan hasil Klasifikasi dan Pemeringkatan Perguruan Tinggi Indonesia Tahun 2015 yang ditetapkan Kementerian Ristek Dikti, Institut STIAMI berada di peringkat 261 dari 3.320 perguruan tinggi di Indonesia.
Sementara itu, dalam wisuda bertema 'Creative, Excellent and Competitive' tersebut terdapat 3 wisudawan sebagai lulusan terbaik. Yaitu, Program Studi Sarjana Ilmu Administrasi Publik/Negara Tresna Gilang Kencana, S.AP (IPK 3,94), Program Studi Sarjana Ilmu Administrasi Bisnis/Niaga Chintya Rachman (IPK 3,73), dan Program Studi Magister Ilmu Administrasi Sodikin, M.A (IPK 3,68).
Ketua Panitia Wisuda, Slamet Andi Hartono, berharap lulusan Institut STIAMI dapat menjadi insan yang kreatif, unggul dan memiliki daya saing yang kuat dalam pergaulan nasional dan internasional.
Turut memberikan sambutan dalam wisuda ini yaitu Rektor Institut STIAMI, Dr. Ir. Panji Hendrarso, MM., Sekretaris Kopertis Wilayah III Putut Pujogiri, SH dan Ketua Yayasan Ilomata Drs. Djaka Permana, M.Si,Ph. D, dengan orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Drs. KH Muhammad Amin Suma, BA, SH, MA, MM, Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.(bh/rar) |