Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
G20
Hadiri Lanjutan KTT dan Bahas Solusi Suriah dengan Pemimpin G20
Friday 06 Sep 2013 14:02:37
 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Koordinasi & komunikasi penting, krn tiap kebijakan yg diambil salah satu anggota G20, akan berdampak pd negara lain.(Foto: Ist)
 
RUSIA, Berita HUKUM - Kemarin, tak berapa lama setelah tiba di St Petersburg, Rusia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung menghadiri Sesi Kerja I pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-8 G20. Jumat (6/9) ini, yang merupakan hari kedua berada di Rusia, Presiden SBY kembali akan ke Istana Konstantinovsky untuk menghadiri lanjutan rangkaian konferensi.

Pukul 11.00 waktu setempat atau 14.00 WIB, bersama pemimpin G20 lainnya Presiden SBY diagendakan menghadiri dialog dengan kelompok Business 20 (B20) dan Labor 20 (L20). Dialog mengambil tema 'Mendorong Pertumbuhan dan Lapangan Kerja'. Kegiatan ini merupakan agenda informal. Satu jam kemudian, Presiden mengikuti Sesi Kerja II untuk membahas isu-isu pertumbuhan, lapangan kerja, dan investasi. Termasuk ke dalam pembahasan ini adalah terkait penyediaan lapangan kerja dan pertumbuhan inklusif serta investasi dan reformasi struktural.

Seusai sesi foto bersama, SBY bersama 19 pemimpin G20 lainnya melakukan santap siang kerja (working lunch). Sesi ini membahas tema pertumbuhan dan perdagangan.

Di sela-sela mengikuti kegiatan KTT G20, Presiden SBY diagendakan melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin G20 lainnya. Mereka, antara lain, Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-moon, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, dan Dirjen Organisasi Buruh Internasional atau ILO Guy Ryder.

Selain membahas isu-isu dalam KTT G20, Presiden SBY juga akan membicarakan solusi bagi penyelesaian konflik di Suriah. Isu Suriah ini juga menjadi tema diskusi diantara para pemimpin G20 yang hadir. Dalam persoalan Suriah, sikap Indonesia sangat jelas, ciptakan segera perdamaian dan akhiri penderitaan rakyat Suriah. "Tapi tidak harus dikaitkan dengan desakan untuk mundurnya Presiden Bashar Al-Assad," kata Presiden SBY ketika melakukan briefing dengan delegasi Indonesia, kemarin.

Macet merupakan pemandangan sehari-harii di Saint Petersburg. Kota yang dulu bernama Leningrad ini adalah ibukota lama Rusia, sebelum pindah ke Moskow. Hari-hari ini, suhu di St Petersburg beranjak dingin, sekitar 11-17 derajat Celcius, kendati matahari tetap cerah.(osa/har/pdn/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > G20
 
  Pertemuan Tatap Muka Pertama antara Presiden Trump dan Presiden Putin di G20
  Di KTT G20, Barat Peringatkan Rusia Soal Ukraina
  Obama Memperingatkan Adanya 'Intimidasi di Asia'
  Pasca Pertemuan G20, Pemerintah Akan Terus Kelola Pemulihan Perekonomian Nasional
  Putin: Negara G20 Tolak Aksi Militer Suriah
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2