JAKARTA, Berita HUKUM - Isu adanya Kudeta Pemerintahan oleh Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) berubah menjadi aksi bagi-bagi sembako. Aktivis MKRI saat gelar aksi sembako di LBH, Jakarta mengatakan masyarakat tertipu dengan informasi yang digembor-gemborkan Istana terkait akan ada aksi besar-besaran yang ingin mengkudeta pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Juan Forty Silalahi, salah satu aktivis MKRI menuding pihak Istana dalam hal ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono yang menggembar-gemborkan isu adanya kudeta. "Info yang digembar-gemborkan Istana akan ada aksi anarki. Masyarakat tertipu dengan SBY. Padahal kita (MKRI) hanya bagikan sembako," katanya saat ditemui di tempat aksi yakni di LBH, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (25/3).
Ia menambahkan, MKRI membagi-bagikan sembako untuk rakyat, karena keprihatinan MKRI terhadap rakyat di tengah kekuasan SBY. "Kita membagikan 5000 bungkus sembako. Kita sudah bagikan kupon biar tidak terjadi kericuhan, kita atur teknisnya," ujar Juan.
Untuk diketahui, warga yang rata-rata dari kalangan ibu-ibu dan sudah tua, menunggu dari pagi untuk mendapat jatah sembako. Namun, pihak MKRI baru membagikan sembako sekitar pukul 15:00 WIB. Ibu-ibu dan nenek-nenek rela berdesakan untuk mendapat sembako.
Sementara Rasman Arif, Anggota Presidium Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI), pihaknya sebenarnya akan melakukan aksi di Istana. Namun bukan untuk melakukan kudeta untuk pemerintah. Bagi-bagi sembako ini merupakan gambaran bahwa masyarakat Indonesia di pemerintahan SBY belum sejahtera. "Agar SBY memperhatikan rakyatnya, tidak hanya Partai Demokrat," terangnya.
Untuk diketahui, aksi unukrasa yang akan di lakukan MKRI di depan Istana dan bundaran Hotel Indonesia (HI) batal dilaksanakan. Padahal, pihak keamanan sudah dikerahkan sejak pagi di sekitaran HI. Bahkan, pihak kemanan didatangkan dari Bogor.
AKP Supriyadi Rahman SIK, Kasubsmin Ops resimen 2 pelopor brimob Polri, Bogor, saat ditemui di Bundaran HI siang tadi menjelaskan, ada 1.500 Brimob yang didatangkan dari Bogor. Sebab, dikabarkan ada demo besar-besaran untuk mengkudeta SBY. "Kita kerahkan Resimen 2 pelopor 1.500 dari Bogor, yang disebar diberbagai titik," katanya.(bhc/din) |