Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Kebutuhan Pokok
Harga Kebutuhan Pokok di Kampung Pare Stabil
Friday 20 Jul 2012 18:50:59
 

Ilustrasi, Sayuran (Foto: Ist)
 
KEDIRI, Berita HUKUM - Jelang Ramadan, di beberapa wilayah harga-harga kebutuhan pokok meningkat. Peningkatan ini diakibatkan tingginya permintaan. Peningkatan itu pun acapkali dikeluhkan oleh warga.

Berbeda halnya di Kampung Pare, Kediri, Jawa Timur. Harga-harga kebutuhan pokok tidak naik drastis.

Warga Kampung Pare tidak mengeluhkan harga-harga kebutuhan pokok jelang Ramadan dan Idul Fitri. Salah seorang warga memaparkan, kenaikan hanya pada harga telur. Harga telur menjadi Rp15.000 s/d Rp16.000 per kilo, dari harga semula Rp12.000 per kilo. Sedangkan harga-harga lainnya, seperti beras, sayur, dan bahkan pakaian pun cukup stabil.

“Di sini lumbungnya sayuran, tempat bertani sayur. Harga sayur dan beras stabil, cuma harga telur yang tidak stabil,” papar Nur, salah seorang warga Kampung Pare, kepada pewarta Beritahukum.com, Jumat (20/7).(bhc/frd)



 
   Berita Terkait > Kebutuhan Pokok
 
  MK Tegaskan Barang Kebutuhan Pokok Tidak Dikenakan PPN
  Perpres Belum Efektif Tekan Harga Kebutuhan Pokok
  Perlu Perpres Penetapan dan Penyimpanan Kebutuhan Pokok
  Harga Kebutuhan Pokok di Kampung Pare Stabil
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2