JAKARTA, Berita HUKUM - Raja Media di Indonesia, Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Dewan Pakar DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem) hari ini, Senin (21/1) di bekas Kediaman Wapres Adam Malik Jalan Diponegoro 29 Jakarta Pusat.
Mulai hari ini saya menyatakan mundur dalam kapasitas saya sebagai ketua Dewan Pakar. Keputusan ini sangat berat hati bagi saya. "Kalau partai sudah bertarung dan sudah berpolitik di dalam itu sudah tidak sehat, maka pertarungan di luar partai kalau secara organisasi partai, saya sudah tidak cocok dengan Surya Paloh, namun secara persahabatan saya masih bersahabat dengan beliau," ujar Hary Tanoesoedibjo.
"Mengenai kemunduran saya ini, merupakan langkah pribadi saya, tidak saya anjurkan pengurus-pengurus daerah untuk mengikuti langkah saya," ungkap Hary.
Walaupun saat mengumumkan pengunduran dirinya, Hary Tanoesoedibjo juga didampingi Sekjen Nasdem, Ahmad Rofiq, Saiful Haq, Wasekjend Endang Tirtana, ketua DPP internal, dan ketua Komunikasi Publik Arya.
Ditambahkannya, saya rasa harus bisa dipisahkan antara hubungan bisnis dan politik. Kita sudah berbeda, itulah mengapa saya putuskan hubungan politik dengan Surya Paloh.
"Saya seorang idealis, bukan menginginkan kedudukan sesuatu", tegas Hary Tanoesoedibjo.
"Saya tentunya masih berharap suatu saat Partai Politik yang mempunyai misi membangun bangsa Indonesia," pungkas Hary Tanoesoedibjo.(bhc/put) |