JAKARTA, Berita HUKUM - Kyai Haji Hasyim Muzadi, Mantan Ketua PBNU mengritik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai maraknya kerusuhan yang kerap terjadi di institusi penegak hukum. Misalnya saja penembakan 4 tahanan di Rutan Cebongan, Sleman, Jogjakarta. Sebelumnya juga terjadi kerusuhan di Kantor Polisi OKU, Sumatera Selatan. Menurut Hasyim Muzadi, Presiden SBY jangan hanya bilang prihatin terhadap maraknya kerusuhan ini.
Saat ditemui di acara Milad ke 6 Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di jalan Pancoran Timur Jakarta yang juga dihadiri para Tohoh Nasional; Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, Taufik Kemas, dan Din Syamsuddin. Muzadi menjelaskan mengenai maraknya kerusuhan, menurutnya yang paling bertanggungjawab terhadap kerusuhan dikalangan aparat penegak hukum adalah kepala negara.
"Menurut saya itu tanggung jawab kepala negara. Maka beliau harus segera memanggil pejabat/tokoh-tokoh yang terkait apakah ini sekedar kasus, atau ini ada masalah di dalam," katanya, Jumat (29/3).
Kalo ini sekedar kasus, katanya, kenapa terjadi berkali-kali. "Nah kalau berkali-kali, berarti ada sesuatu yang mesti diselesaikan, karena kadang-kadang sistem ini begitu longgarnya, sehingga memungkinkan dari konflik. Samentara leadershipnya lemah," terangnya.
Jika Presiden hanya, menyampaikan keprihatinan, itu tidak menyelesaikan masalah. Untuk menyelesaikan masalah ini, Presiden harus memanggil pejabat-pejabat negara yang berwenang. "Masak prihatin saja. Tidak cukup hanya dengan prihatin. Harus panggil seluruh pejabat-pejabat yang berkaitan dengan itu. Diskusi secara intens untuk melihat apakah ada akarnya," tegasnya.
Seperti diketahui, belakang ini sering terjadi kerusuhan yang melibatkan instansi kepolisian vs TNI. Sebelumnya penyerangan TNI pada kantor Polisi di OKU. Selanjutnya ada penembakan tahanan di Rutan Cebongan, Sleman-Yogyakarta. Yang terbaru adalah penyerangan yang dilakukan massa terhadap Kapolsek Dolok Pardamean, Sumatera Utara Ajun Komisaris Andar Siahaan. Dalam pengeroyokan itu membuat sang Kapolsek tewas.(bhc/din) |