Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Bamusi
Hasyim Muzadi Peringati Yudhoyono Soal Kerusuhan
Friday 29 Mar 2013 20:21:45
 

Kyai Haji Hasyim Muzadi, Mantan Ketua PBNU (Baju Putih) pada acara HUT BAMUSI/ Baitul Muslimin Indonesia ke 6 di Jakarta, Jumat (29/3).(Foto: BeritaHUKUM.com)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kyai Haji Hasyim Muzadi, Mantan Ketua PBNU mengritik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai maraknya kerusuhan yang kerap terjadi di institusi penegak hukum. Misalnya saja penembakan 4 tahanan di Rutan Cebongan, Sleman, Jogjakarta. Sebelumnya juga terjadi kerusuhan di Kantor Polisi OKU, Sumatera Selatan. Menurut Hasyim Muzadi, Presiden SBY jangan hanya bilang prihatin terhadap maraknya kerusuhan ini.

Saat ditemui di acara Milad ke 6 Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di jalan Pancoran Timur Jakarta yang juga dihadiri para Tohoh Nasional; Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, Taufik Kemas, dan Din Syamsuddin. Muzadi menjelaskan mengenai maraknya kerusuhan, menurutnya yang paling bertanggungjawab terhadap kerusuhan dikalangan aparat penegak hukum adalah kepala negara.

"Menurut saya itu tanggung jawab kepala negara. Maka beliau harus segera memanggil pejabat/tokoh-tokoh yang terkait apakah ini sekedar kasus, atau ini ada masalah di dalam," katanya, Jumat (29/3).

Kalo ini sekedar kasus, katanya, kenapa terjadi berkali-kali. "Nah kalau berkali-kali, berarti ada sesuatu yang mesti diselesaikan, karena kadang-kadang sistem ini begitu longgarnya, sehingga memungkinkan dari konflik. Samentara leadershipnya lemah," terangnya.

Jika Presiden hanya, menyampaikan keprihatinan, itu tidak menyelesaikan masalah. Untuk menyelesaikan masalah ini, Presiden harus memanggil pejabat-pejabat negara yang berwenang. "Masak prihatin saja. Tidak cukup hanya dengan prihatin. Harus panggil seluruh pejabat-pejabat yang berkaitan dengan itu. Diskusi secara intens untuk melihat apakah ada akarnya," tegasnya.

Seperti diketahui, belakang ini sering terjadi kerusuhan yang melibatkan instansi kepolisian vs TNI. Sebelumnya penyerangan TNI pada kantor Polisi di OKU. Selanjutnya ada penembakan tahanan di Rutan Cebongan, Sleman-Yogyakarta. Yang terbaru adalah penyerangan yang dilakukan massa terhadap Kapolsek Dolok Pardamean, Sumatera Utara Ajun Komisaris Andar Siahaan. Dalam pengeroyokan itu membuat sang Kapolsek tewas.(bhc/din)



 
   Berita Terkait > Bamusi
 
  Hasyim Muzadi Peringati Yudhoyono Soal Kerusuhan
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2