JAKARTA, Berita HUKUM - Ratusan Ibu-Ibu dan Masa Hizbut Tahrir Indonesia, Hujan- hujan melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Balai Kota Jakarta Pusat. Selasa sore (8/1).
Aksi demo ini di lakukan mengecam keras rencana pembangunan gedung Kedutaan Besar AS yang baru di lahan Lokasi yang sama di Merdeka Selatan, project ini senilai $450 juta atau setara dengan Rp. 42 Triliun.
Pendemo mendesak agar Presiden SBY- Budiono dan pemerintahan Gubernur DKI Jakarta. Tidak memberikan Ijin IMB pembangun Gedung Dubes Baru AS tersebut, pendemo menganggap itu sama saja menghianati bangsa, dan AS merupakan sekutu Yahudi, serta mempunyai agenda tersendiri pembangun Gedung baru tersebut.
Gedung Kedubes AS juga di yakini sebagai markas Intelejen, dalam menjalankan Fungsi Intelejenya, yaitu mengumpulkan berbagai Informasi, yang berguna bagi kepentingan AS di Luar Negeri, mengenai kebijakan mereka terhadap Indonesia. Termaksud kawat Diplomatik Dubes AS dan Konsulnya di Indonesia, hal ini terungkap dan telah di bongkar Wikileaks dan fungsi itu benar-benar berjalan.
Dengan ini Hizbut Tahri Indonesia
Melalui juru bicaranya Ismail Yusanto, menegaskan Menolak rencanan pembangunan Gedung Baru ke Dubes AS, dan menyerukan kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk bergerak bersama-sama menolak rencana pembangunan ini.
Aksi ratusan pendemo ini berlangsung tertib dan penuh semangat, walau pada saat bersamaan di guyur hujan deras, dan para pendemo terus bertahan, membuat barisan panjang di depan Balai Kota DKI Jakarta Pusat.(bhc/put) |