Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Cyber Crime
Huawei Jawab Tudingan Miring Pemerintah AS
Friday 10 May 2013 13:51:00
 

Ren Zhengfei, pendiri dan CEO Huawei Technologies.(Foto: Ist)
 
SELANDIA BARU, Berita HUKUM - Ren Zhengfei, pendiri dan CEO Huawei Technologies, akhirnya berbicara ke media untuk pertama kalinya sekaligus membantah tudingan miring pemerintah AS terhadap perusahaanya.

Zhengfei telah menghindari pers sejak ia mendirikan Huawei 26 tahun yang lalu, hal ini yang memicu kritik oleh beberapa pejabat asing bahwa perusahaan tidak transparan tentang kegiatannya.

Huawei juga telah dituduh terlalu dekat dengan pemerintah China. Bahkan, AS juga menuding bahwa perusahaan itu memiliki keteraikatan serangan cyber di negeri Paman Sam.

"Huawei tidak ada hubungannya dengan masalah cyber keamanan AS yang terjadi di masa lalu, sekarang dan masa depan," kata Zhengfei, di depan wartawan Selandia Baru, seperti dilansir CRN.com, Jumat (10/5).

"Peralatan Huawei hampir tidak ada dalam jaringan yang sedang berjalan di AS. Kami tidak pernah menjual peralatan kunci untuk operator besar AS, juga kita menjual peralatan apapun kepada badan pemerintah AS," kata Ren.

Hal senada juga pernah diutarakan oleh Vice President Internasional Media Relation Huawei Technologies Scott Sykes saat menerima kunjungan media Indonesia di kantor pusatnya, di Shenzhen, China, beberapa waktu lalu.

"Masalah cybersecurity sedang hangat akhir-akhir ini. Dituding di balik serangan itu adalah China. Tapi bisa saya tegaskan, kendati Huawei berasal dari China. Kami menjamin tidak terlibat dan tidak mendukung serangan cyber seperti itu," tampik Sykes.

Dia juga menegaskan bahwa perusahaanya sudah berada di 140 negara dan melayani sepertiga dari populasi dunia.

"Tapi tidak ada satupun dari klien kami yang komplain mengenai masalah ini. Jadi Huawei menjamin keamanan tiap Negara," tukasnya.

Bila dirunut, kontribusi pemasukan Huawei justru 70% berasal dari luar China. Di mana mereka kuat di Eropa dan Asia Pasifik. Kawasan Amerika menyumbang 15%, dan dari total itu tak lebih dari 1% kontribusi dari Amerika Serikat.

"Huawei melihat ini adalah masalah kompetisi. Kita bisa pahami AS adalah negara besar, banyak uang dikeluarkan untuk membangun telekomunikasi. Mungkin mereka ingin melindungi perusahaan dalam negerinya," analisis Scott.

Kendati saat ini Huawei terbentur masalah dan pemasukan di negeri Paman Sam belum terlalu tinggi, bukan berarti produsen ini menyerah dan meninggalkan AS begitu saja.

Mereka tentu saja berusaha untuk mengambil pangsa pasar AS. Karena bagaimanapun, AS adalah Negara besar dengan market yang prestis.(crn/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Cyber Crime
 
  Website Diretas, Puan Maharani Minta BSSN Berbenah Diri
  Jerman Mulai Selidiki Dugaan Serangan Siber oleh Rusia
  2 Pelaku Tindak Pidana Peretasan Situs Sekretariat Kabinet Ditangkap Bareskrim Polri
  Biro Paminal Divpropam Susun SOP Patroli Siber, Pengamat Intelijen: Upaya Menuju Polri Presisi
  Deteksi Dini Kejahatan Siber, Baintelkam Polri - XL Axiata Tingkatkan Sinergitas
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2