Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
ISIS
ISIS Ancam Bunuh Karyawan Twitter
Thursday 05 Mar 2015 04:34:04
 

Twitter menyelidiki ancaman itu bersama otoritas keamanan.(Foto: twitter)
 
CALIFORNIA, Berita HUKUM - Karyawan dan pendiri Twitter, Jack Dorsey, mendapat ancaman pembunuhan dari orang yang mengaku sebagai pendukung kelompok teroris Negara Islam atau ISIS. Dalam pesan online, jihadis di seluruh dunia menyerukan serangan dan pembunuhan terhadap staf Twitter atas upaya perusahaan itu memblokir dan melarang pesan-pesan ISIS.

Meski tidak mungkin mengidentifikasi siapa yang menulis pesan itu, Twitter menanggapinya dengan serius.

Seorang juru bicara perusahaan mengatakan Twitter menyelidiki ancaman tersebut.

"Anda memulai perang yang gagal ini," kata pos tersebut. "Kami memberitahu Anda dari awal, ini bukan perang Anda, tapi Anda tidak memahaminya dan terus menutup akun kami di Twitter, tapi kami selalu kembali.

"Tapi ketika para singa [lelaki pemberani] kami datang dan merenggut nafas Anda, Anda tidak akan pernah kembali hidup."

Alat rekrutmen

Twitter melakukan penutupan terhadap aktivitas ISIS di jejaring sosial mereka, dalam upaya menghentikan kelompok itu menggunakan Twitter sebagai alat rekrutmen dan promosi.

ISIS memiliki ribuan pendukung di Twitter dan mereka menyebarkan pesan-pesan teror kelompok itu serta menekan Barat.

Selama Piala Dunia Brasil 2014, misalnya, mereka membajak tagar sepakbola populer dan menggunakannya untuk menyebarkan pesan-pesan ISIS.

Dalam pos terkini, yang diunggah ke JustPaste.it, ditulis dalam bahasa Arab dan menampilkan wajah Jack Dorsey dengan senjata api yang disilangkan di wajahnya.

Seorang juru bicara Twitter mengatakan, "Tim keamanan kami menyelidiki ancaman ini dengan otoritas penegak hukum."

Peraturan situs itu mengatakan bahwa pengguna "tidak boleh mempublikasikan ancaman kekerasan spesifik terhadap orang lain."(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > ISIS
 
  Munarman Ditangkap Densus 88 Polri terkait Baiat ISIS
  Operasi Penyerbuan Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi 'pada Malam Berbahaya' Sekitar 2 Jam
  ISIS Dinyatakan Kalah Setelah Pasukan Koalisi Rebut Pertahanan Terakhir
  Ketua DPR Minta Aparat Keamanan Indonesia Respons Terukur Ancaman ISIS
  'Serangan Senjata Kimia Pertama' dalam Pertempuran Lawan ISIS di Mosul
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2