Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Haji
Ibadah Haji 1435 H Dinyatakan Haji Akbar, Di Mekkah Petugas Jamaah Haji Indonesia Jarang Terlihat
Friday 26 Sep 2014 17:48:40
 

Masjdil Al Harom dipenuhi jamaah, termasuk jamaah calon haji, usai menunaikan ibadah sholat Jum'at (26/9). (Foto: Ahmad Badri)
 
MEKKAH, Berita HUKUM - Ibadah Haji pada 1435 Hijriah atau tahun Masehi 2014 akan menjadi Haji Akbar.Pasalnya pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menetapkan hari wukuf pada hari Jumat, 9 Djulhijah 1435 Hijriah atau 3 Oktober 2014.

Dengan ditetapkannya hari Jumat sebagai hari wukuf di Arafah, haji akbar kembali terulang sejak terakhir pada tahun 2006 lalu.

Menurut Ahmad Badri, salah satu Tenaga Kerja Indonesia yang telah menetap di Mekkah, dalam tradisi masyarakat Arab, jika haji akbar terjadi, maka rakyat Arab turut serta menunaikannya. Jika itu kembali terjadi, maka Mashar (gurun) Arafah sebagai tempat syarat sahnya Haji akan dipenuhi jutaan jamaah.

“Haji akbar telah ditetapkan Raja Arab pada Jumat 3 Oktober. Ini pasti akan dipenuhi jamaah. Termasuk rakyat Arab yang biasa ikut menunaikan jika haji akbar terjadi,” papar Ahmad Badri pada BeritaHUKUM, Jum’at (26/9), usai menunaikan ibadah sholat Jumat di Masjidil Al Harom, di Mekkah.

Ahmad Badri yang menetap di Qossar Amir sulthon Mkkah –Aziziah, hampir 7 tahun lamanya menambahkan, saat ini suhu telah mencapai 39 derajat Celcius, dominan jamaah sudah berusia sepuh. Sayangnya, petugas jamaah haji Indonesia di sekitar Masjid Al Harom, jarang terlihat guna menjalankan tugasnya mengawasi keamanan dan ketertiban jamaah calon haji dari Indonesia.

“Namun yang berbeda dari jamaah yang lain petugas haji Indonesia jarang terlihat. Tidak seperti petugas haji dari India, Pakistan, Bangladesh, Turki maupun Iran. Petugas Haji mereka itu semua, disetiap penjuru ada petugas yang menjaga,” tambah Ahmad Badri melaporkan.

Sebelumnya Kementerian Agama RI telah menetapkan hari raya Idul Adha jatuh pada 5 Oktober. Keputusan itu berbeda dengan Organisasi Massa (ormas) Muhammadiyah, yang menetapkan hari raya Idul Adha jatuh pada Sabtu, 4 Oktober 2014.(bhc/mat)



 
   Berita Terkait > Haji
 
  Kasus Kuota Haji IKA PMII UI Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum
  DPR dan Pemerintah Sepakat BPIH 2025 Sebesar Rp 89,4 Juta, Turun Dibandingkan 2024
  Abdul Wachid: Pansus Haji untuk Perbaikan, Bukan Politisasi
  Biaya Haji 2024 Resmi Ditetapkan Rp56 Juta per Jemaah
  Kesiapan Asrama Haji Banten untuk Jadi Embarkasi 2024 Perlu Dukungan Banyak Pihak
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2