JAKARTA, Berita HUKUM - Usai mendeklarasikan diri sebagai pasangan Capres-Cawapres, Prabowo-Hatta sempat mendatangi kediaman Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB atau Ical) di Jl Ki Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta Pusat. Selain acara penyerahan surat dukungan, ternyata mereka sempat sholat Magrib berjamaah yang di Imami oleh Ical.
Foto shalat Magrib berjamaah ini diunggah Waketum partai Gerindra Fadli Zon ke akun twitternya @fadlizon, Senin (19/5). Dalam foto tersebut nampak Ical berdiri paling depan dan bertindak sebagai Imam shalat. Ical mengenakan kemeja putih dan celana berwarna krem.
Di shaf makmum, terlihat Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Waketum partai Golkar Sharif Cicip Sutarjo, Waketum Gerindra Fadli Zon, Hatta Rajasa dan Prabowo. Nampak hanya Fadli Zon dan Hatta Rajasa yang memakai kopiah di kepalanya.
"Salat magrib berjamaah bersama @Prabowo08 @hattarajasa & sahabat2 lain. Bang Ical, tuan rumah, menjadi imam," kicau Fadli Zon.
Dalam kunjungan Prabowo dan Hatta ini, Ical menyerahkan secara resmi surat dukungan partai Golkar pada pasangan Prabowo Hatta.
Pada deklarasi Prabowo-Hatta di Rumah Polonia Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, memang hanya dihadiri oleh Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham. Prabowo melarang Ical untuk hadir, sebaliknya ia memilih mendatangi Ical langsung di kediamanannya sebagai bentuk hormatnya pada pria yang disebutnya sebagai King Maker itu.
Sementara, ARB bercerita dirinya dan Prabowo sudah bertemu beberapa kali. Kemarin malam, Minggu (18/5/2014), sempat membahas perihal koalisi untuk pilpres.
Ia mengaku salat istikharah (petunjuk) dan tahajud terlebih dahulu untuk menentukan keputusan dukungan. Hal itu diungkapkan kepada Prabowo.
"Alhamdulillah petunjuk yang disampaikan inilah pasangan yang didukung Partai Golkar," ujar ARB di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/5).
Pernyataan ini diungkapkannya bersama Prabowo-Hatta dan beberapa petinggi Golkar dan beberapa parpol mitra koalisi seperti Ketua Umum PPP Suryadharma Ali
"Saya yakin (Prabowo-Hatta) membawa Indonesia yang lebih baik, Prabowo sifat yang tegas sangat diperlukan stabilitas bangsa Indonesia agar rakyat tenang," imbuhnya.
"Pak Hatta dikenal bekas Menko Perekonomian tiga hari lalu. Waktu saya saya menko, Pak Hatta menteri perhubungan, pengalaman begitu besar," lanjut ARB.
ARB tidak maju sebagai capres. Ia tidak mempersoalkan hal itu karena kekuasaan itu merupakan instrumen untuk mencapai kesejahteraan rakyat.(bil/trq/detik/mn/inilah/rok/bhc/sya) |