Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Aceh
Ilustrasi Buraq Propaganda Yahudi Terhadap Nabi Muhammad
Thursday 18 Apr 2013 20:26:41
 

Gambar Singa Buraq.(Foto: Istl)
 
LANGSA, Berita HUKUM - Ketua Departemen Riset Rabithah Thaliban Aceh (RTA), Tgk Zulkhairi MA menegaskan kepada Pemerintah Aceh agar mengkaji kembali lambang yang disahkan DPRA beberapa waktu lalu.

"Pemerintah harus melibatkan ulama dalam mengkaji gambar Singa Buraq itu," Zulkhairi menegaskan, Kamis (18/4).

Menurut dia, gambar pada lambang Aceh yang tengah dalam proses mediasi antara pemerintah pusat dan Aceh harus secepatnya dikaji ulang dengan melibatkan ulama, apakah sudah sesuai dengan semangat maupun cita-cita ke-Islaman rakyat Aceh?.

Berbicara tentang Buraq tentu tidak dapat dipisahkan dari sejarah Islam yang diukir oleh Nabi Muhammad SAW saat beliau melakukan Isra Mi'raj. Namun, tidak ada referensi otentik dalam sejarah Islam bahwa Buraq itu berkepala wanita.

“Buraq hanya dimaknai sebagai kendaraan yang terbangnya secepat kilat, Buraq dalam bahasa Arab berasal dari kata "Barq" yang bermakna kilat,” jelasnya.

Sebab, ilustrasi Buraq yang kepalanya digambarkan dengan kepala wanita bermahkotakan emas ialah merupakan bentuk penghinaan kaum Yahudi kepada Nabi Muhammad SAW setelah beliau melakukan Isra' Mi'raj.

Tgk Zulkhairi yakin bahwa Pemerintah Aceh dan DPRA mengetahui sejarah tersebut. Dia juga berharap jangan sampai lambang Aceh itu kontradiksi dengan semangat masyarakat Aceh yang dikenal oleh dunia kental dengan ke-Islamannya.

“Sebagai gantinya saya kira Pemerintah Aceh dan DPRA bisa berkoordinasi dengan jajaran Ulama Besar di Aceh," dan tentunya Pemerintah Aceh dan DPRA harus siap mendengar masukan dari Ulama, karena tanpa adanya peran dari Ulama dan Umara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak akan berjalan baik.(bhc/sul)



 
   Berita Terkait > Aceh
 
  Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
  Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
  Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
  Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
  Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2