Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Puskamnas
Ini Alasan Dibentuk Puskamnas
Tuesday 09 Dec 2014 15:14:47
 

Prof. Hermawan Sulistyo, Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional, saat Acara Launching Puskamnas Univ. Bhayangkara Jakarta Raya dan Seminar Keamanan Nasional' di Graha Purna Wira Polri, Darmawangsa, Jakarta, Senin (8/12).(Foto: BH/bar)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Terkait mengenai keamanan nasional, Prof. Hermawan Sulistyo selaku Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional menerangkan tujuan dibentuk Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) untuk merinci dan memetakan isu-isu nasional tentang keamanan nasional dari segala belenggu ancaman pihak luar dan dalam.

Puskamnas sendiri didesain dan dirancang untuk jadi database keamanan nasional. Ada banyak isu yang sudah terdata, dalam hal ini seperti isu teroris, aksi demontrasi mahasiswa, pengrusakan hutan dan lingkungan serta isu nasional lain yang terkait dan relevan.

"Pihak kami akan mulai melakukan kajian dan belanja isu-isu keamanan nasional sesegera mungkin," kata Hermawan saat Acara Launching Puskamnas Univ. Bhayangkara Jakarta Raya dan Seminar Keamanan Nasional' di Graha Purna Wira Polri, Darmawangsa, Jakarta, Senin (8/12).

Januari 2015 mendatang, rencananya Puskamnas akan buat kajian dan disampaikan kepada pihak-pihak terkait per-dua pekan.

"Semua isu akan kami kumpulkan. Termasuk apakah keamanan milik polisi dan pertahanan milik tentara. Semua itu kami bahas," katanya.

Hermawan, Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini juga menerangkan semua isu yang akan dibahas pihaknya, rencananya dilakukan untuk pertahanan bangsa dan negara.

"Jadi semua stake holder akan mencari kami, dan tanyakan soal isu-isu keamanan strategis," ujarnya.(bhc/bar)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2