JAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menggelar Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2018 di Balaiurang Soesilo, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Jakarta pada, Kamis (20/12).
Berbeda dengan penyelenggaraan JPAT pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam gelaran kali ini dirancang meriah dan menarik dengan berbagai acara diantaranya pameran yang memamerkan keberhasilan program Champions dari masing-masing satuan kerja
Sedangkan tema yang diangkat dalam JPAT 2018 kali ini adalah 'The Winner Wonderful Indonesia Energy' sebagai spirit dan strategi menjadi pemenang dengan cara tidak biasa untuk meraih hasil yang luar biasa, yaitu 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019.
Dalam kesempatan kali ini, Menpar Arief Yahya menceritakan tentang target di tahun 2018 ini yang awalnya mampu dicapainya. Hal ini terlihat pada bulan Juni dan Juli 2018, kunjungan wisata sudah mencapai 1,5 juta per bulan. Namun, munculnya musibah gempa bumi di Lombok pada 29 Juli 2018, dan disusul dengan gempa 7 SR pada 5 Agustus 2018 terjadi Cancelation besar-besaran lebih dari 70%.
"Target 17 juta wisman tahun ini meleset, kemungkinan terbesar tercapai 16 juta wisman. Meskipun target wisman tak tercapai, namun untuk target devisa diproyeksikan mencapai US$17,6 miliar, dengan perhitungan capaian 16 juta wisman dikalikan rata-rata pengeluaran per kunjungan (Average Spending per Arrival/ASPA) US$ 1,100/wisman," jelas Menpar Arief Yahya, Kamis (20/12).
Sementara itu strategi di bidang pemasaran pariwisata, Menpar akan menerapkan 3 jurus jitu untuk raih 20 juta wisman atau dikenalkan sebagai super extra ordinary yang mencakup tiga program yakni: border tourism, tourism hub, dan low cost terminal (LCT). Program super extra ordinary ini akan menjadi senjata pamungkas dalam mewujudkan target akhir tahun 20 juta wisman di tahun depan.
Dengan diadakannya gelaran JPAT 2018 ini, merupakan wujud nyata Kemenpar dalam menyampaikan informasi yang transparan, komprehensif, dan akuntabel tentang kinerja Kementerian Pariwisata selama tahun 2018 serta program prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang.(bh/aida) |