Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Hubungan Bilateral
Inilah Jenis Ponsel Yang Berhasil Disadap Intelijen Australia
Monday 18 Nov 2013 18:47:40
 

Ilustrasi, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.(Foto: @SBYudhoyono)
 
JAKARTA, Berita HUKUM – Setelah terbongkarnya praktik sadap menyadap Badan Intelijen Pemerintah Australia dalam sadapan percakapan telepon seluler milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dimana data dan Informasi ini terungkap dari dokumen rahasia yang dibocorkan mantan karyawan Badan Keamanan Nasional AS, Edward Snowden dari tempat persembunyianya di Rusia.

Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa badan intelijen elektronik Australia, Defence Signal Directorate (DSD), berhasil melacak aktivitas telepon seluler Yudhoyono selama 15 hari pada Agustus 2009 saat Kevin Rudd dari Partai Buruh menjabat sebagai perdana menteri.

Dalam daftar target penyadapan tersebut juga terdapat nama Wakil Presiden Budiono yang pekan lalu berada di Australia, mantan Wapres Yusuf Kalla, juru bicara bidang luar negeri, menteri pertahanan dan menteri komunikasi dan informasi.

Dalam laporan ABC juga mengungkapkan bahwa salah satu dokumen itu berjudul "3G impact and update" yang memetakan upaya intelijen Australia untuk mengimbangi pertumbuhan teknologi 3G di Indonesia dan seluruh kawasan Asia Tenggara, serta data –data merek dari HP yang digunakan dalam penyadapan tersebut.

Selain Presiden SBY, ponsel ibu negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri dalam kabinet pun ikut disadap. Tercatat, ada lima merek ponsel telah di sadap oleh mata-mata Intelijen Australia baik di luar Negeri maupun yang di Jakarta. Adapaun kelima jenis model ponsel tersebut berasal dari tiga vendor, yaitu BlackBerry, Nokia, dan Samsung.

Untuk HP Brand Nokia, terdapat tiga jenis model seperti Nokia E90, yang sering di gunakan Presiden SBY. Dalam laporan tersebut, ada 5 pejabat yang menggunakan Hape jenis ini, dan berhasil disadap, sedangkan Hape jenis Nokia E71, milik mantan Menpora Andi Malarnggeng, dan Hape Nokia E66 milik Menko Polhukam Widodo AS.

Sedangkan, BlackBerry hanya satu model, yaitu BlackBerry 9000. BlackBerry seri Bold yang disadap digunakan oleh Boediono (Wakil Presiden) dan Dino Pati Djalal (juru bicara presiden urusan luar negeri).

Samsung pun hanya diwakili satu model, yaitu SGH-Z370 yang digunakan oleh Wapres saat itu M. Jusuf Kalla.

Ponsel yang disadap memang dengan model-model yang banyak beredar di pasaran mulai tahun 2006 hingga 2008. Aksi penyadapannya sendiri dilakukan pada tahun 2009.

Berikut adalah daftar nama-nama pejabat itu yang telah diperoleh ABC yang bersumber dari Snowden.

1. Susilo Bambang Yudhoyono, jenis ponsel Nokia E90-1
2. Kristiani Herawati (Ani Yudhoyono), jenis ponsel Nokia E90-1
3. Boediono (Wakil Presiden), jenis ponsel Blacberry Bold (9000)
4. Jusuf Kalla (mantan Wakil Presiden), jenis ponsel Samsung SGH-Z370
5. Dino Pati Djalal (juru bicara presiden urusan luar negeri), jenis ponsel Blackberry Bold (9000)
6. Andi Mallarangeng (juru bicara presiden urusan dalam negeri), jenis ponsel Nokia E71-1
7. Hatta Rajasa (Menteri Sekretaris Negara), jenis ponsel Nokia E90-1
8. Sri Mulyani Indrawati (Menko Ekonomi), jenis ponsel Nokia E90-1
9. Widodo Adi Sucipto (Menko Polkam), jenis ponsel Nokia E66-1
10. Sofyan Djalil (Menteri Komunikasi dan Informatika), jenis ponsel Nokia E90-1.(bhc/dar)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2