Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Nazi
Inilah Temuan Isi Kapal Selam Nazi Jerman di Laut Jawa
Sunday 24 Nov 2013 22:14:52
 

Diduga penampakan U-Boat U-168 sebelum dihantam oleh torpedo dari kapal selam Belanda HMS Zwaardvisch di Laut Jawa dan barang yang ditemukan dibangkai Kapal Selam Nazi.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Pusat Arkeologi Nasional telah menyingkap bangkai kapal selam Nazi Jerman di Laut Jawa pada awal November 2013. Apa saja temuan mereka?

Sebuah piring porselen putih dengan bercak noda-noda karat bercampur endapan biota laut telah berhasil diangkat dari dasar Laut Jawa oleh Tim Pusat Arkeologi Nasional. Piring itu telah bersemayam dalam bangkai sebuah kapal selam selama hampir 70 tahun.

Bagian pantat piring itu tercetak label warna hitam. Label itu bertuliskan Rieber Mitterteich, sebuah pabrik porselen yang pernah sohor di Bavaria, Jerman. Di bawah label pabrik porselen itu terdapat hal yang mengejutkan: Lambang elang dengan sayap merentang yang sedang bertengger pada sebuah lingkaran bersimbol swastika bertahun 1941—Nazi Jerman!

Para arkeolog menemukan juga piring yang berukuran lebih lebar dengan pabrik dan lambang yang sama, namun bertahun 1939. Di dekat piring itu ditemukan cangkir porselen putih dengan tangkai klasik.

Perkakas makan tersebut merupakan sebagian temuan penelitian Pusat Arkeologi Nasional dalam menyingkap keberadaan Unterseeboot (U-Boat) atau kapal selam Nazi Jerman di perairan Nusantara. Di dalam kabin kapal selam tersebut tim juga menyaksikan beberapa kerangka manusia, tampaknya korban dari kapal selam yang malang itu, dan sisa-sisa peluru torpedo.

Shinatria Adhityatama, seorang ahli arkeologi dari Pusat Arkeologi Nasional yang melakukan penyelaman, menduga bahwa kapal selam Nazi Jerman ini bertipe IXC/40. Saat ini tim ahli arkeologi sedang mempelajari arsip-arsip kapal selam Nazi yang bersumber dari Deutsches U-Boot Museum di Altenbruch, Jerman.

“Kemungkinan kapal selam tadi adalah U-168 atau U-183,” ujar Adhityatama. “Kami baru mendapatkan dokumen [yang berisi hasil] interogasi awak kapal selam U-168 yang selamat.”

Sumber dari Jerman telah mencatat bahwa terdapat dua kapal selam Nazi Jerman bertipe IXC/40 yang putus kontak dengan Berlin saat berada di Laut Jawa. Kapal selam U-168, dengan komandannya Helmuth Pich, tenggelam di Laut Jawa pada 6 oktober 1944. Kapal selam malang ini ditorpedo oleh kapal selam Hr.Ms. Zwaardvisch milik Angkatan Laut Belanda. Sebanyak 23 tewas dan 27 selamat.

Sedangkan korban lain di Laut Jawa adalah kapal selam U-183 di bawah komando Fritz Schneewind. Sebanyak 54 orang tewas dan hanya seorang yang selamat. U-boat ini naas karena ditorpedo kapal selam Amerika Serikat USS Besugo pada 23 April 1945.

Armada U-boat Jerman merupakan pembunuh dalam senyap. Armada ini memiliki kekuatan tempur yang paling disegani selama Perang Dunia Kedua. Armada mereka mewakili kedigdayaan teknologi, personil, dan strategi tempur Nazi Jerman. Selama 1944-1945, atas kedekatan hubungan Jerman-Jepang, kapal-kapal selam Nazi Jerman di Asia Tenggara mempunyai pangkalan di Penang, Singapura, Jakarta, dan Surabaya.

Bagaimanakah hubungan antara Jerman, Jepang, dan Indonesia pada masa itu? Tampaknya, Jerman punya andil juga dalam sejarah jelang kemerdekaan Indonesia. Seorang perwira Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman) bersedia meminjamkan mesin ketiknya kepada Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia—mungkin suatu hal yang sebenarnya kebetulan karena Jepang tidak mempunyai mesin ketik berkarakter latin. Lewat mesin ketik pinjaman perwira Jerman itulah kemudian naskah proklamasi diketik di rumah perwira Angkatan Laut Jepang.

Kembali ke soal temuan kapal selam Nazi Jerman. Tim Pusat Arkeologi Nasional bekerja sama dengan Balai Arkeologi Yogyakarta dan komunitas Sentra Selam Jogja melakukan eksplorasi pencarian kapal selam U-Boat yang tenggelam di Laut Jawa. Penjelajahan di kawasan laut—yang banyak menyimpan misteri tenggelamnya kapal-kapal dagang hingga kapal militer itu—dilakukan pada 4-17 November 2013.

"Setelah kami selesai membuat laporan penelitian, hasilnya akan kami teruskan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah," ungkap Adhityatama. "Mereka yang bertanggung jawab atas pelestarian dan perlindungan BCB [Benda Cagar Budaya]." Dia juga berharap dengan temuan bangkai kapal selam tinggalan perang dunia ini akan semakin meningkatkan minat penelitian dalam bidang arkeologi bawah laut di Indonesia, sebagaimana yang dilansir National Geographic Indonesia.

“Kita telah berkoordinasi dengan Angkatan Laut dan Polisi Air. Mereka telah membantu pengamanan—hingga saat ini,” ujarnya. Berkaitan dengan temuan kapal selam tinggalan Jerman pada Perang Dunia Kedua ini Pusat Arkeologi Nasional telah mengajukan kerja sama antarnegara. “Kita juga telah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Jerman dan saat ini sedang menunggu respon mereka.”

Keterangan gambar foto adalah;

1. Kapal selam U-Boat U-168 sebelum dihantam oleh torpedo dari kapal selam Belanda HMS Zwaardvisch di Laut Jawa 'Pantura'. (@trackingsharks)

2. Shinatria Adhityatama, seorang ahli arkeologi dan penyelam dari Pusat Arkeologi Nasional, tengah melakukan observasi di atas bangkai kapal selam Nazi Jerman di dasar Laut Jawa. Kapal selam ini diduga bertipe IXC/40 dengan panjang 76 meter, namun tampaknya bencana pertempuran laut telah menyisakan bangkai si pembunuh dalam senyap ini sepanjang 47 meter. (Pusat Arkeologi Nasional)

3. Sebuah cangkir porselen yang ditemukan oleh para ahli arkeologi di kabin bangkai kapal selam Nazi Jerman yang tenggelam di Laut Jawa. Pembunuh dalam senyap itu tampaknya tenggelam sebelum Perang Dunia Kedua berakhir. (Pusat Arkeologi Nasional)

4. Penampakan Kapal selam Nazi U boat U-168 ditemukan oleh para penyelam dari Indonesia. (@lynnardtan)

5. "Ini adalah ruang perwira," ungkap Shinatria Adhityatama kepada National Geographic Indonesia. Dia berkisah, tim menyelam hingga menyusuri kabin kapal selam yang diduga tinggalan Nazi Jerman. Tampak panel-panel yang masih utuh meski telah bersemayam selama sekitar 70 tahun. Kini, bangkai kapal selam itu menjadi sarang bagi ikan-ikan kecil. (Pusat Arkeologi Nasional)

6. Sebuah piring porselen dengan label di pantatnya bertuliskan Rieber Mitterteich sebuah pabrik porselen yang pernah sohor di Bavaria, Jerman—dan lambang elang yang bertengger di simbol swastika Nazi Jerman. Perkakas makan ini ditemukan oleh para ahli arkeologi di dalam kabin sebuah bangkai kapal selam Jerman yang bersemayam di Laut Jawa. (Pusat Arkeologi Nasional).(myt/ngi/ngg/bhc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2