Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Google
Intel Gandeng Google Rebut Pasar Android
Friday 16 Sep 2011 19:32:11
 

Kerja sama Intel dan Google (Foto: Istimewa)
 
SAN FRANSISCO (BeritaHUKUM.com) – Intel yang mendominasi pasar PC, kini tengah berjuang untuk masuk ke smartphone. Untuk melancarkannya, perusahaan itu menggandeng Google. Versi mendatang Android, sistem operasi smartphone dari Google akan kompatibel dengan prosesor Intel.

Google dapat mengakomodasi manfaat dari sebuah perusahaan yang memiliki pengaruh signifikan dalam komputer, yang merupakan pasar Google sedang berjuang untuk masuk ke dengan proyek Chromebook nya. Kedua perusahaan telah berkolaborasi pada sistem operasi laptop.

Intel Corporation melakukan kerja sama dengan Google untuk mengakselerasi bisnis smartphone. Arsitektur pembuat chip komputer terbesar di dunia itu dipasangkan pada produk keluaran Google, ponsel pintar Android berbasis Intel, yang direncanakan dipasarkan pertengahan 2012.

Kerja sama ini diumumkan oleh Presiden dan CEO Intel Paul Otellini di San Fransisco, baru-baru ini. "Komputasi selalu berada dalam evolusi," kata Otellini dalam rilis tersebut, Kamis (14/9).

Kedua perusahaan itu sepakat dnegan sistem operasi Android nanti akan mendukung prosesor Intel Atom yang hemat energi. Chip ponsel pintar Intel itu dinamai Medfield dan dibuat menurut konsep komputer pribadi (PC) Intel. Sejumlah vendor global akan meluncurkan ponsel pintar Android berbasis Medfield pertengahan 2012 nanti.

Otellini menambahkan, kebutuhan komputasi yang luar biasa, untuk perangkat klien hingga komputasi cloud, telah menciptakan kesempatan yang besar bagi industri. "Intel berinovasi dan bekerja sama dengan para mitra untuk menghadirkan pengalaman komputasi yang lebih mobile, aman, dan mulus. Saya sangat bersemangat menyambut pengalaman baru yang akan hadir melalui berbagai perangkat, dan ini baru awalnya saja," tambah dia.

Otellini menuturkan, kolaborasi Intel dan Google akan mengoptimalkan rilis dari platform Android mendatang, dengan menggunakan prosesor berdaya rendah Intel Atom. "Kolaborasi kami dengan Google akan membawa kemampuan baru yang hebat guna membantu mempercepat inovasi, adopsi, dan jumlah pilihan di industri ini," ungkap Otellini.

Inisiatif bersama ini pun mencakup Chrome OS, Google TV, dan Software Android Development Kit (SDK), serta Native Development Kit (NDK).

Sedangkan konsep Ultrabook Intel, perusahaan yang telah dilaporkan menyenggol mitra untuk merangkul. Konsep laptop memfasilitasi sangat tipis, ringan dan terjangkau komputer dengan baterai yang dapat berlangsung selama sekitar satu hari penuh pada satu biaya. Mereka terlihat mirip dengan Apple MacBook Air, yang menggunakan prosesor Intel Core.

Sementara Wakil Presiden Senior Google, Andy rubin menyatakan bahwa untuk perangkat bergerak, tampil di panggung beserta Otellini dan menyampaikan garis pokok kerja sama kedua perusahaan.

Intel telah berjuang keras mendapatkan tempat di pasar ponsel pintar dan komputer tablet. Hampir semua perangkat bergerak sekarang ini menggunakan chip berbasis arsitektur komputer ARM Holdings yang dianggap lebih hemat energi daripada chip buatan Intel.

Sebuah prosesor baru dijadwalkan akan diluncurkan pada 2013, yang disebut Haswell. Perangkat dengan chip dapat tetap terhubung ke Internet dalam modus siaga selama 10 hari sebelum baterai menghabiskannya. Haswell akan disesuaikan dengan Ultrabooks dan tablet menjalankan Windows 8, sistem operasi baru Microsoft.

Intel juga memiliki fokus baru untuk mengurangi konsumsi energi, dengan demikian meningkatkan daya tahan baterai, harus meningkatkan upaya dalam smartphone, analis mengatakan. Perusahaan ini juga bekerja pada chip lebih kompak, yang memanggil "3-D transistor" karena cara yang unik bagian mikroskopis terletak.

Google dan Intel tidak mengatakan mana chip akan kekuatan ponsel Android mendatang atau yang produsen telah sepakat untuk membuat perangkat untuk itu. Kebanyakan smartphone dan tablet menggunakan chip yang dirancang oleh ARM Holdings, yang populer untuk efisiensi mereka. Versi berikutnya dari Android untuk ponsel dan tablet, yang disebut Ice-Cream Sandwich, akan debut bulan depan atau pada November.

Sedangkan Nokia berencana memasang ponsel pintarnya dengan chip buatan Intel tahun ini, namun batal dan sebagai gantinya memakai chip buatan ARM dengan sistem operasi Windows Phone 7.(dbs/ind)



 
   Berita Terkait > Google
 
  10 Cara Mengatasi Penyimpanan Gmail Penuh dengan Mudah dan Praktis
  Google Didenda 2,5 Triliun Rupiah Atas Dugaan Monopoli Pasar di Korea Selatan
  Pembaharuan Fungsi Google Maps Live View untuk Pengemudi
  Google Meet Hadir di Gmail, Ini Manfaatnya
  Google Sarankan Jangan Gunakan Browser Microsoft Edge
 
ads1

  Berita Utama
3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

Istana Dukung Kejagung Bersih-bersih di Pertamina: Akan Ada Kekagetan

Megawati Soekarnoputri: Kepala Daerah dari PDI Perjuangan Tunda Dulu Retreat di Magelang

 

ads2

  Berita Terkini
 
3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan

Kasus Korupsi PT BKS, Kejati Kaltim Sita Rp2,5 Milyar dari Tersangka SR

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

10 Ribu Buruh Sritex Kena PHK, Mintarsih Ungkap Mental Masyarakat Terguncang

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2