Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Abraham Samad
Internal KPK Tetap Kritisi Kepemimpinan Abraham Samad
Friday 02 Dec 2011 19:04:33
 

Kalangan internal KPK tetap akan mengawasi dan mengkritisi kepemimpinan Abraham Samad (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik terpilihnya Abraham Samad sebagai ketua institusi KPK terpilih. Namun, terlalu dini untuk melakukan penilaian terhadap ketua serta sejumlah pimpinan baru institusi pemberantasan korupsi tersebut.

“Kami memberikan ucapan selamat. Tapi kami belum bisa menilainya, karena terlalu dini menilai apa Abraham Samad ini baik atau tidak baik menjadi Ketua KPK. Dia itu kan belum pernah memimpin KPK," kata Karo Humas KPK Johan Budi SP kepada wartawan di gedung KPK, Jumat (2/12).

Baik tidaknya Abraham dalam memimpin KPK ke depan, lanjut dia, baru terlihat nantinya setelah benar-benar melaksanakan amanat pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Tapi internal KPK menerima kedatangan ketua baru dengan sangat terbuka. Apalagi dalam prosesnya, Abraham Samad dipilih secara terbuka dan melalui seleksi yang cukup ketat oleh DPR.

“Tapi kami tetap akan mengawasi dan mengkritisi kepemimpinan Abraham Samad. Termasuk dengan memberikan masukan dan saran serta kritik secara internal, jika kepemimpinannya dinilai mulai menyimpang,” tandasnya.

Dalam kesempatan terpisah, anggota Komisi III DPR asal Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan buka kartu soal alasan fraksinya memilih Abraham Samad sebagai ketua KPK. Pasalnya, fraksinya meyakini bahwa Abraham akan memimpin KPK lebih independen di masa datang. “Kami pilih Abraham, karena punya komitmen mengerjakan empat kasus besar,” ujarnya.

Alasan lainnya, Trimedia, karena Abraham merupakan tokoh yang paling muda dari daerah dan dinilai belum terkontaminasi kepentingan politik. “Kami harapkan KPK dipimpin orang yang benar-bener belum banyak bersentuhan dengan pusat kekuasaan dengan hiruk pikuk aktor penegak hukum di Jakarta dan pusat negara,” jelas Trimedya.(inc/spr/rob)



 
   Berita Terkait > Abraham Samad
 
  Abraham Samad: Pemanggilan SBY Hanya Sebagai Saksi Meringankan
  Abraham Samad: Susah Cari Pemimpin Amanah, Cenderung Otoriter
  Abraham Apresiasi Bantuan Masyarakat Indonesia
  Abraham Samad: Indonesia Perlu Buat UU Perlindungan Aset
  Wiwin Sekpri Abraham Samad Resmi Dipecat, Sespim Gantikan Sementara
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2