Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Minyak
Iran Hentikan Penjualan Minyak ke Perancis dan Inggris
Monday 20 Feb 2012 01:22:43
 

Pipa minyak mentah Iran (Foto: Reuters Photo)
 
TEHERAN (BeritaHUKUM.com) – Pemerintah Iran menghentikan penjualan minyak mentahnya ke Perancis dan Inggris. Kebijakan ini diambil sebagai pembalasan atas larangan bertahap Uni Eropa terhadap minyak Iran yang belum berlaku.

Kementerian Perminyakan Iran pada Minggu (19/2), secara resmi menyatakan bahwa semua ekspor minyak ke perusahaan Perancis dan Inggris telah dihentikan dan Teheran telah mengambil langkah untuk mengirimkan minyak mentah itu kepada pelanggan baru.

Langkah ini tampaknya dirancang untuk mendahului keputusan Uni Eropa untuk menghentikan impor minyak mentah dari Iran mulai 1 Juli. Embargo ini merupakan bagian dari upaya Barat untuk menghambat pendanaan program nuklir Teheran, yang dikatakan Barat ditujukan untuk membangun senjata atom dan dibantah oleh Iran.

Sementara itu, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Tom Donilan akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem, di tengah meningkatnya ketegangan program nuklir Teheran dan laporan bahwa Israel mungkin mempersiapkan serangan militer.

Ketua Gabungan Kepala Staf AS, Jenderal Martin Dempsey, mengatakan serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran tidak bijaksana. Dalam wawancara itu, sang jenderal mengatakan kepada CNN bahwa serangan militer akan mengguncang kestabilan dan tidak akan memenuhi target jangka panjang Israel.

Donilan adalah yang terbaru dari serentetan pejabat Amerika yang akan membahas masalah Iran dengan para pemimpin Israel. Hal ini menyusul kekhawatiran negara Zionis yang berniat melakukan serangan militer terhadap negera Teluk Persia itu.

Uni Eropa saat ini membeli sekitar 20% ekspor minyak Iran, terutama Yunani, Spanyol dan Italia. Pembeli utama Iran di Eropa telah mulai mengurangi pembelian minyak mentah dari negara itu. Pada 2011 lalu, Iran memasok lebih dari 700.000 barel per hari ke Uni Eropa dan Turki. Namun, pada awal tahun ini pasokan itu menurun menjadi sekitar 650.000 barel par hari.

Perusahaan minyak Prancis, Total telah menghentikan pembelian minyak Iran dan Shell telah mengurangi pembelian. Sedangkan Tupras dari Turki adalah konsumen Eropa terbesar untuk minyak Iran pada 2011, dengan 200.000 barel per hari. Lalu, diikuti Total dengan 100.000 barel per hari, Shell 100.000 barel per hari, Hellenic dari Yunani 80.000 barel per hari dan Cepsa Spanyol 70.000 barel per hari.(voa/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2