Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
KPK
Iwan Piliang: Tekanan Pada Bung Abraham Sangat Tinggi, Publik Harus Dukung KPK
Tuesday 27 Nov 2012 21:56:04
 

Iwan Piliang saat ditanyai para wartawan.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM -Terkait kicauan dari 14 orang mantan penyidik KPK yang curhat ke DPR dua pekan lalu, dan pada hari ini dua diantara mereka curhat ke jurnalis di Mabes Polri, Selasa (27/11), Ketika para mantan penyidik ini bercerita soal tindakan tak profesional Abraham Samad dan sejumlah masalah lain di KPK, termasuk soal perlakuan diskriminasi terhadap penyidik KPK.

Penyidik KPK menduga ini juga terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah membidik dugaan penggelembungan anggaran proyek penyediaan bahan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) dan tanda coba kendaraan bermotor (TCKB). Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengakui KPK sedang memeriksa kasus tersebut. "Kami memang sedang memeriksa kasus ini. Nanti dicek lagi prosesnya," tegas Bambang di sela-sela gerakan bertajuk Berani Jujur Hebat! KPK di Gedung KPK, kemarin, Minggu (25/11).

Menurut sumber di internal KPK, KPK enggan terburu-buru menaikkan kasus tersebut ke penyelidikan. Pasalnya, selain rawan resistensi dengan kepolisian karena diduga melibatkan sejumlah petinggi Polri, minimnya jumlah penyidik KPK saat ini juga salah satu penyebab KPK menunda penyelidikan kasus tersebut.

"Pasti naik ke penyelidikan, menunggu momentum yang tepat," ujar sumber yang enggan disebut namanya itu. Sementara itu, terkait dengan kasus simulator SIM, Bambang mengaku KPK akan memeriksa lagi tersangka kasus itu, Djoko Susilo, pekan ini.

Sementara Iwan Piliang yang ditemui siang tadi di KPK, ketika bersama Gubernur DKI Jokowi dan Artis Senior Pong Harjatmo, kepada BeritaHUKUM.com mengomentari tentang berlarut-larut penyidikan kasus Simulator SIM, serta dugaan penggelembungan anggaran proyek penyediaan bahan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) dan tanda coba kendaraan bermotor (TCKB).

"Kalau aku kan tempo hari sudah ajak Pak Timur Pradopo untuk Russian roulette, nggak akan bakalan jalanlah kasus ini, tekanan terhadap bung Abraham Samad itu sangat tinggi, makanya kami hari ini datang ke KPK, ini untuk mendukung pemberantasan korupsi ini, besok juga saya sama mas Pong akan pasang banner untuk Abraham, dan Jokowi "Babat Terus Koruptor", pak Jokowi hari ini kan MoU, besok ada pembicaraan lagi, kalau nggak nekad kita mendukung penuh KPK nggak bakalan jalan juga semua kasus ini, maka publik harus dukung dan jangan gentar, maju terus,” ujar Iwan.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > KPK
 
  Pecah Rekor 3 kali OTT KPK dalam Sehari, Siapa Saja Pejabat yang Terseret?
  KPK Bakal Terbitkan Sprindik Baru untuk Saksi Ahli Prabowo-Gibran di MK,Ali: Sudah Gelar Perkara
  Firli Bahuri Mundur sebagai Ketua dan Pamit dari KPK
  Polda Metro Tetapkan Komjen Firli Bahuri sebagai Tersangka Kasus Peras SYL
  Ungkap Serangan Balik Koruptor, Firli: Kehadiran Saya ke Bareskrim Bentuk Esprit de Corps Perangi Korupsi Bersama Polri
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2