JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) adalah sebuah organisasi dengan anggota paling lengkap di Indonesia, demikian dikatakan dalam sambutannya saat menghadiri pengukuhan kepengurusan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada, Rabu Pagi (10/2) di Menara 165, Fatmawati, Jakarta Selatan.
"Kalau kita melihat pengurus ICMI ini, inilah pengurus organisasi terlengkap di Indonesia. Kalau semua bidang negara ada, eksekutif dan legislatif, juga ada bekas ketua MK, ini kan yudikatif," kata JK.
JK yang didaulat sebagai Ketua Dewan Penasehat ICMI juga melihat anggota ICMI yang malang melintang di beberapa organisasi Islam populer di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Persis. Begitu juga dengan partai politik, kader dari beragam partai politik duduk dalam satu kepengurusan.
Tak hanya itu, organisasi ini juga memiliki anggota dari lingkup profesi, mulai dari dokter hingga dosen. JK berharap, organisasi yang memiliki 752 anggota kepengurusan ini dapat bekerja dengan baik dan memberikan manfaat untuk bangsa.
"Jadi apa lagi yang kurang kita ini? Yang kurang bekerja kan?" kata JK disambut tawa undangan.
"Karena itu, tentu kita bekerja yang baik. Kita ini bukan organisasi yang bergerak karena rakernas dan muktamar. Kita harus bekerja dengan menjalankan cita-cita pendiri organisasi," kata Ketua Dewan Penasehat ICMI ini.
Pengukuhan anggota dipimpin Ketua Umum ICMI Prof Dr Jimly Asshiddiqieyang membacakan janji kepengurusan, diikuti seluruh anggota. Jimly pun menerima bendera ICMI dari pengurus sebelumnya sebagai tanda melanjutkan kepengurusan.
Jimly juga melirik keanekaragaman anggota ICMI ini. Kata dia, keanekaragaman ini tak akan mengganggu organisasi lain.
"Kita harus meyakinkan kehadiran ICMI tak mengganggu kehadiran organisasi yang lain. Ini menjadi pemersatu bagi kita," kata Jimly.
Kepengurusan pusat ICMI periode 2015-2020 dipimpin Jimly Asshiddiqiedengan enam wakil ketua umum, di antaranya Muhammad Nuh, Ilham Akbar Habibie, Priyo Budi Santoso, Herry Suhardiyanto, Sugiharto, Sri Astuti Buchari. Komposisi ini merupakan salah satu hasil dari Muktamar VI ICMI yang diselenggarakan di Mataram, Lombok Desember 2015 silam, sekaligus perubahan sistem Presidium menjadi Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum.
Dalam acara ini juga hadir beberapa tokoh seperti Hatta Rajasa, Hidayat Nur Wahid, Anggota Wantimpres Sidharto Danusubroto, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman.(L/IS/R1/icmi/bh/sya) |