Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Perdata    
Kasus Oknum MA
JPU KPK Mengaku Lippo Tidak Terlibat Perkara Suap MA
2016-08-24 13:58:59
 

Tampak terdakwa Doddy Arianto Supeno menjalani persidangan di PN Jakarta Pusat, Senin (22/8).(Foto: BH /mat)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Jaksa Penuntut Umum dari KPK, Fachtory Rohman, mengakui pihaknya tidak mengantongi bukti dan data atas dugaan keterlibatan perusahaan Lippo Group terkait perkara suap yang melibatkan sejumlah nama, dengan terdakwa Doddy Ariyanto Supeno (Das).

Jaksa Rohman menyampaikan tidak terlibatnya nama Lippo Group usai menghadiri sidang perdata dengan agenda pembacaan BAP atas aliran dana sebesar Rp. 50 juta yang didakwa diberikan oleh Doddy untuk hadiah pernikahan salah satu anak Edy Nasution, mantan panitera di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus).

"Ya saya akui perkara ini muncul saat Doddy dan pak Edy Sindoro tidak lagi bagian dari grup Lippo. Artinya memang tidak ada kaitannya dengan pihak Lippo," sebut Fitroh Rohcahyanto kepada pewarta BeritaHUKUM.com, Senin (22/8) lalu di PN Jakpus.

Maraknya nama perusahaan milik konglomerat Mochtar Riady santer diberitakan akibat terungkapnya praktek suap dan gratifikasi yang didakwa kepada Doddy sebagai orang dekat Eddy Sindoro, Presiden Direktur PT Multi Enterprise Internasional dan pemilik grup Paramont, Edy yang diberitakan sebelumnya sebagai salah satu petinggi di Lippo group.

Perkara penyuapan bermula saat KPK menangkap Edy Nasution pada 20 April lalu hingga menyeret nama Dodi dan Edy Sindoro. Dalam persidangan dengan agenda sidang pembacaan BAP, dari saksi Darmadji (tidak hadir dalam persidangan), sopir Dody itu mengaku bahwa Doddy beberapa kali mengadakan pertemuan dengan Edy Sindoro. KPK kini mengantongi bukti bukti gratifikasi sebesar Rp. 50 juta yang diberikan Dodi.

Adapun Direktur dari pihak Lippo, Dayang Kemayan Jati telah membantah adanya keterlibatan Lippo dengan perkara tersebut. "Kami menyayangkan adanya pemberitaan yang menyangkut nama perusahaan tanpa konfirmasi.kepada pihak kami. Saudara Edy Sindoro bukan bagian dari Lippo sejak 2009 lalu dan anak usahanya tidak terafiliasi dengan kami di Lippo Group," sebut Dayan melalui rilis berita Lippo Group beberapa waktu lalu.(bh/mat)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2