Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    

JPU Tuntut Penjual iPad Lima Bulan Penjara
Tuesday 16 Aug 2011 22:01:08
 

Terdakwa Randy Lester Samusamu dan Dian Yudha Negara (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
 
JAKARTA-Dua pelaku penjualan iPad melalui situs www.kaskus.us dituntut hukuman lima bulan penjara. Terdakwa Randy Lester Samusamu dan Dian Yudha Negara dinilai terbukti bersalah, karena menjual tablet teknologi itu secara ilegal akibat tak memiliki panduan berbahasa Indonesia.

Demikian tuntutan yang disampaikan JPU Rahmawati saat membacakan tuntutan tersebut di PN Jakarta Pusat, Selasa (16/8). kemarin. "Kami mohon majelis hakim untuk memutuskan kedua terdakwa yakni RendyLester Samusamu dan Dian Yudha Negara bersalah dan mengabulkan permintaan kami untuk menghukumnya selama lima bulan penjara,” ujarnya.

Atas tuntutan JPU tersebut, kedua terdakwa menyatakan keberatan. Mereka akan mengajukan pembelaan (pledoi). Majelis hakim yang diketuai Sapawi menyetujuinya. Terdakwa pun diberikan kesempatan untuk menyampaikannya pada persidangan yang akan dilanjutkan pada selasa (13/9) mendatang.

Dalam berkas tuntutannya tersebut, JPU Rahmawati menyebutkan, terdakwa Randy dan Dian telah menjual delapan unit iPad yang tidak memiliki panduan berbahasa Indonesia dan tidak ada sertifikasi dari Dirjen Postel, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Keduanya membeli itu dari luar negeri untuk dijual di Indonesia.

Tindakan kedua terdakwa tersebut dinilai merugikan konsumen. Rendy dan Dian menjualnya secara online. Atas perbuatannya ini, kedu terdakwa dijerat melanggar UU Perlindungan Konsumen dan UU Telekomunikasi.

Usai persidangan, pembela terdakwa Rendy dan Dian, Virza Roy Hizzal mengatakan, tuntuan jaksa tidak tepat. Pasalnya, dalam peraturan Menteri Perdagangan dijelaskan bahwa iPad tidak termasuk dalam 45 item barang yang harus memunyai panduan berbahasa Indonesia. Buku panduan berbahasa Indonesia untuk iPad tidak diatur dalam UU.

“Atas dasar ini, kedua klien kami tidak tepat untuk didakwa bersalah. Sebab, pasal yang menyebutkan soal itu sendiri, masih memerlukan UU yang lebih teknis lagi untuk mengatur pasal tersebut," jelas Virza.(tnc/wmr)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2