Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kejaksaan Agung
Jaksa Agung: Pemulihan Aset Negara Sejajar dengan Pemberantasan Korupsi
Thursday 28 Aug 2014 17:21:04
 

Gedung Kejaksaan Agung RI.(Foto: BH/mdb)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Jaksa Agung Basrief Arief menyatakan pemulihan aset negara sejajar nilainya dengan pemberantasan korupsi. Arief menilai dengan adanya pemulihan aset, yaitu memotong aliran hasil tindak pidana korupsi dengan merampas hasil kejahatan maka diharapkan pelaku akan hilang motifasi untuk meneruskan perbuatannya. Basrief Arief menambahkan perlu adanya kerjasama penegakan hukum lintas negara guna mensukseskan pemulihan aset curian yang telah ditransfer atau disembunyikan hingga ke luar negeri.

“Pemulihan aset merupakan tantangan tersendiri bagi seluruh penegak hukum di Indonesia, khususnya di lingkup Kejaksaan. Dalam pola kerjasama internasional, saya kembali mengingatkan dengan disahkannya United Nations Convention Against Corruption atau Uncac pada 2003 lalu, bertujuan bahwa pemulihan aset sejajar dengan pilar penting lainnya dalam pemberantasan korupsi seperti upaya pencegahan, penegakan hukum dan kerjasama internasional,” papar Jaksa Agung Basrief Arief, Kamis, (28/8) dalam Workshop Pemulihan Aset Tindak Pidana yang dilakukan oleh Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminalogi Indonesia.

Pentingnya kerjasama internasional dalam upaya pelacakan aset hasil tindak pidana korupsi bukanlah tanpa alasan. Analisa Wolrd Bank menyebutkan hingga 1,6 Trilyun USD per tahun aliran aset yang dihasilkan dari tindak kejahatan korupsi dan penggelapan pajak. Keterbatasan wewenang, perbedaan sistem hukum dan aspek politik dari negara setempat merupakan beberapa kelemahan yang sering dimanfaatkan para koruptor untuk mengamankan hasil korupsi.

Sesuai dengan Uncac, Jaksa Agung meyebutkan upaya pemulihan aset dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen pidana (criminal forfeiture) dan instrument keperdataan (non-conviction based forfeiture). “ Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 JO UU Nomor 20 Tahun 2001 pada dasarnya telah mengatur penerapan kedua instrument itu. Yang ingin saya tambahkan bahwa di bidang korupsi, Indonesia telah meratifikasi Uncac dengan UU No. 7 Tahun 2006. Pembenahan perangkat hukum ini diperlukan untuk dapat menerapkan strategis yang efektif dibidang pemulihan aset,” tambah Basrief.

Guna mendukung kinerja kejaksaan dalam upaya pemulihan aset hasil kejahatan, Kejaksaan telah membentuk Pusat Pemulihan Aset (PPA) berdasarkan Peraturan Jaksa Agung RI Nomor : PER-006/A/JA/3/2014.

Pada kesempatan tersebut, di bidang pemulihan aset, Jaksa Agung menyampaikan peningkatan PNPB setiap tahunnya, yaitu : ralisasi 2010 sebesar Rp. 246 Milyar dari estimasi sebesar Rp. 57,6 Milyar, realisasi 2011 sebesar 492 Milyar dari estimasi Rp. 48 Milyar, realisasi 2012 sebesar Rp. 633 Milyar dari estimasi Rp. 123 Milyar dan pada 2013 realisasi sebesar Rp. 540,5 Milyar dari estimasi Rp. 112 Milyar. Kurun waktu 2010-2013 Kejaksaan mengklaim berhasil memasukkan ke kas negara sebesar: Rp. 1. 912.390.150.203 atau satu trilyun sembilan ratus dua belas milyar tiga ratus sembilah puluh juta seratus lima puluh ribu dua ratus tiga rupiah(bhc/mat)




 
   Berita Terkait > Kejaksaan Agung
 
  Jaksa Agung Himbau Staf Ahli Memantau Perkembangan dan Perubahan KUHP atau KUHAP
  Amir Yanto Jadi Jamintel Gantikan Sunarta yang Menjadi Wakil Jaksa Agung
  Wakil Jaksa Agung Apresiasi Kejati Kalbar Terkait Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM
  Ini Tujuan Wakil Jaksa Agung Berkunjung ke Riau
  Ini Penjelasan Wakil Jaksa Agung Terkait Undangan Konperensi Pers DPP PEKAT IB
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2