Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    

Jaksa Cabul Terancam Dihukum Pelanggaran Disiplin Berat
Monday 28 Nov 2011 13:04:46
 

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendy (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Kejaksaan Agung (Kejagung) segera menjatuhkan sanksi terhadap jaksa HS (Hari Soetopo). Hal ini menyusul hasil pemeriksaan yang diperoleh tim inspektorat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur baginya atas dugaan kasus tindakan susila terhadapnya mantan narapidana wanita.

Jaksa HS yang juga merupakan Kasie Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Jawa Timur itu, bakal dijatuhi sanksi berat, karena diduga melakukan pelanggaran disiplin berat. ”Kejati Jati memgusulkan sanksi hukuman disiplin berat bagi jaksa HS, “ kata Jamwas Kejagung Marwan Effendy di Jakarta, Senin (28/11).

Marwan mengatakan, dugaan jaksa HS diduga telah menghamili napi bernama Marta Indah Sapriani yang berlangsung pada April 2009 silam, belum bisa dibuktikan. Pasalnya, berdasarkan pengakuan HS dan Martha, menyatakan bahwa mereka melakukan hubungan layak suami-istri sebanyak satu kali.

”Yang terbukti bahwa mereka pernah berhubungan badan satu kali. Sedangkan soal anak yang diduga diambil HS, belum bisa dibuktikan. Apakah dengan berhubungan badan hanya satu kali itu bisa langsung hamil, juga masih perlu pembuktian, karena kejadiannya tiga tahun lalu,“ jelas Marwan.

Namun, lanjut dia, pemberian sanksi disiplin berat terhadap jaksa HS yang merupakan rekomendasi Kejati Jatim itu, masih harus dipelajari lebih lanjut oleh Inspektur V Jamwas. Rekomendasi tersebut masih harus dilakukan kajian mendalam. "Usulan itu masih dipelajari Inspektur V, saya hanya menunggu laporannya," imbuh mantan Kajati Jatim tersebut.

Seperti diberitakan, jaksa HS dilaporkan Martha Indah kepada Asisten Pengawasan Kejati Jatim. Terlapor diadukan, karena diduga telah menghamili pelapor, saat menjadi penghuni Lapas Porong Sidoarjo 2009. Peristiwa ini terjadi, saat Martha menjalani proses pemeriksaan kasus kedua di Polrestabes Surabaya pada 6 April 2009.

Setelah diperiksa, Martha dibawa check in ke hotel dan diajak bercinta di sana. Hasilnya, Desember 2010, bayi laki-laki lahir dari rahim Martha. Lalu, pada Januari 2011, bayi tersebut dibawa jaksa HS. Usai menjalani hukuman, Martha yang dikoskan jaksa HS itu, selalu menanyakan keberadaan bayinya. Tapi sellau tak digubris, sampai akhirnya melaporkan kasus ini ke Aswas Kejati Jatim.(inc/bie)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2