SELUMA, Berita HUKUM - Warga kecamatan Hilir Talo, terus dirundung susah dan ketakutan dari ancaman terisolirnya wilayahnya akibat jalan provinsi yang menuju ke wilyahnya mengalami kerusakan parah dibeberapa lokasi yang tak kunjung mendapat perhatian dari Pemerintah kabupaten Seluma maupun Pemerintah provinsi Bengkulu.
Menurut salah seorang warga desa Talang Panjang, Marni yang mengeluhkan terkait kondisi jalan menuju kecamatan Hilir Talo yang kian rusak parah, apalagi jika terjadi hujan. "Pasalnya kendati tidak musim hujan jalan menuju kecamatan kami terus tergenang air dan diperkirakan kalau belum ada perhatian dalam waktu dekat ini bisa menjadi terisolir wilayah kami, karena lobang jalan setiap harinya semakin dalam," ujarnya, Rabu (27/3).
.
Sementara, pantauan pewarta BeritaHUKUM.com dilokasi, untuk melewati jalan ini memang harus exstra hati-hati, agar kendaraan tidak mengalami kecelakaan tunggal, mogok atau seperti tergelincir dan bahkan bisa terbalik, akibat kondisi kemiringan jalan dengan lubang yang memang parah.
"Apa lagi kendaraan roda empat yang posisinya tidak tinggi, ini tidak mampu lagi melewati jalan ini, dikarenakan dapat menyentuh badan jalan yang sudah rusak parah ini. Sementara pengguna jalan disekitar ini sangat sering mengalami kecelakaan tunggal akibat buruknya jalan," pungkas Marni, yang terlihat kesal terhadap lambannya perhatian Pemerintah terhadap jalan yang sudah rusak parah ini.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu pelajar, Hengky Firmansyah yang mengatakan, sangat terganggu dengan kondisi jalan yang berlobang ini, salah satunya perjalanan menuju sekolah sangat menyita waktu. "Biasanya hanya dapat ditempuh 20 menit akan tetapi dengan kondisi jalan berlubang bisa ditempuh dengan 40 menit lebih bahkan bisa 1 jam," jelas Hengky..
"Disisi lain, sering menyebabkan para pelajar putri terjadi kecelakaan tunggal akibat besarnya lobang dijalan yang disertai genangan air," pungkas Hengky dengan awak media.(bh/aty) |