Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Jerman
Jerman Paksa Cina Tekan Iran
Friday 03 Feb 2012 00:49:11
 

Kanselir Jerman Angela Merkel (Foto: AFP Photo)
 
BEIJING (BeritaHUKUM.com) – Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak Cina untuk melakukan tekanan lebih besar kepada Iran, agar menghentikan program nuklir. Merkel akan membahas masalah ini secara mendalam dengan para pemimpin Cina, termasuk Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao.

Pemimpin Jerman berharap Dewan Keamanan PBB bisa mengeluarkan resolusi tentang Iran yang didukung oleh seluruh anggota. Hal ini disampaikannya dalam dalam kunjungan ke Beijing, Cina, Kamis (2/2).

"Jika kita membahas sanksi Eropa terhadap Iran, pertanyaannya adalah bagaimana Cina menggunakan pengaruhnya untuk memberi pemahaman kepada Iran bahwa dunia tidak memerlukan satu negara lagi dengan kekuatan nuklir," kata Merkel.

Amerika Serikat memperketat sanksi terhadap Iran, ketika Presiden Obama menandatangani UU baru pada 31 Desember 2011, yang melarang transaksi dengan bank sentral Iran. Negara-negara Barat menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, namun pemerintah di Teheran menegaskan program nuklir mereka untuk kepentingan damai.

Sementara itu, Uni Eropa telah melarang impor minyak mentah dari Iran, keputusan yang dikritik pemerintah Cina. Cina sejak awal menolak mendukung sanksi terhadap Iran, meski PM Wen Jiabao pada Januari lalu, sempat menyatakan bahwa pemerintah Cina tidak menyetujui upaya Iran mengembangkan senjata nuklir. Tapi Iran adalah pemasok minyak terbesar ketiga untuk Cina.

Li Xiangang, pakar di Institut Cina untuk Kajian Internasional mengatakan pemerintah Cina akan bertindak setelah Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengirim inspektur ke Iran. "Cina menentang penggunaan energi nuklir untuk membuat senjata. Kami setuju kalau program nuklir untuk kepentingan damai. Tapi sanksi terhadap Iran hanya akan mendorong kenaikan harga minyak dunia dan melemahkan pemulihan ekonomi global,” kata Li kepada kantor berita Reuters.(bbc/sya)



 
   Berita Terkait > Jerman
 
  Ratusan Pelaku dalam Skandal Pelecehan Gereja Katolik Jerman Terungkap
  Ratusan Ribu Pencari Suaka Menghilang di Jerman
  Jerman Kirim Balik Migran ke Austria
  Ribuan Migran Tiba di Jerman dan Austria
  Jerman akan Tambah 100 Tank Leopard
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2