Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Israel
Jet Tempur Israel Serang Suriah
Sunday 05 May 2013 11:43:27
 

Jet tempur Israel.(Foto: Ist)
 
ISRAEL, Berita HUKUM - Sejumlah laporan di media AS menyebutkan jet tempur Israel melancarkan serangan udara ke Suriah, Sabtu (4/5).

Laporan yang mengutip seorang pejabat AS yang dirahasiakan namanya, mengatakan serangan tersebut menargetkan sebuah gudang senjata yang diindikasikan akan dikirim ke Hisbullah, Lebanon.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari Israel maupun pemerintah Suriah terkait insiden ini.

Seorang pejabat AS yang dirahasiakan namanya mengatakan serangan udara Israel ke Suriah kemungkinan berlangsung Kamis atau Jumat, tetapi jet tempur Israel tersebut tidak memasuki kawasan udara Suriah.

Seorang juru bicara kedutaan Israel di Washington menolak untuk memberikan komentar mengenai laporan ini.

Tetapi juru bicara ini - dikutip kantor berita Reuters - menambahkan: ''Apa yang kami bisa katakan adalah, bahwa Israel bertekad untuk mencegah pengiriman senjata kimia atau persenjataan lainnya yang bisa mengubah permainan oleh rezim Suriah ke kelompok teroris, terutama Hisbullah di Lebanon.''

Sementara itu duta besar Suriah untuk PBB mengatakan dia tidak mengetahui bahwa ada serangan Israel yang berlangsung di negaranya.

Pesawat musuh

Sedangkan, kantor berita nasional Lebanon mengutip seorang juru bicara militer Lebanon yang mengatakan ''dua jet tempur Israel melanggar kawasan udara Lebanon di kawasan selatan kota Rmeish,'' Jumat kemarin.

Disebutkan ''pesawat musuh terbang berputar di seluruh kawasan Lebanon, dan kemudian pergi''.

Awal pekan ini, Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon mengumumkan bahwa Israel meluncurkan serangan udara pada Januari lalu ke Suriah.

Dia mengatakan bahwa pengiriman senjata yang canggih ke kelompok militan radikal seperti Hisbullah adalah sebuah garis merah bagi Israel, dan Israel akan bertindak saat garis itu dilanggar.(bbc/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Israel
 
  Apresiasi Menlu RI Tidak Akan Normalisasi Hubungan dengan Israel
  Siapa Kelompok Pemberontak Houthi di Yaman dan Mengapa Menyerang Kapal-kapal Kargo yang Menuju Israel?
  Israel Umumkan Kekalahan Terburuk di Gaza
  Dukung Fatwa MUI Soal Palestina, HNW Usulkan Adanya RUU Boikot Produk Israel
  Seruan Boikot Produk Israel Perlu Digaungkan Kembali pada KTT OKI di Riyadh
 
ads1

  Berita Utama
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

 

ads2

  Berita Terkini
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2