Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
BBM
Jika BBM Naik, Buruh Ancam Kepung SBY di DPR RI
Thursday 13 Jun 2013 14:39:32
 

M Rusdi, General Secretary (KSPI) di Hotel Mega Jakarta Pusat, Kamis (13/6).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan sikap untuk menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mengancam akan menurunkan ribuan buruh ke jalan dan mengepung Presiden SBY, saat akan menyampaikan Nota Keuangan di DPR RI pada Agustus mendatang.

"Kami menyatakan sikap menolak kenaikan (BBM) dan program (BLSM), kami akan turunkan 5.000 hingga 10.000 buruh dan mengepung Presiden SBY pada tanggal 16 Agustus dalam menyampaikan Nota Keuangan di DPR RI," ujar M Rusdi, General Secretary (KSPI) di Hotel Mega Jakarta Pusat, Kamis (13/6).

Ditambahkanya kenaikan (BBM) dan program (BLSM) itu sangat berdampak buruk pada buruh, buruh yang akan menerima dampaknya secara langsung atas kenaikan biaya-biaya transportasi dan akhirnya akan menurunkan upah buruh, karena akan meningkatkan inflasi dan pasti kenaikan biaya sewa rumah.

"Kenaikan upah buruh 30% di Jabotabek akan menjadi sia-sia dan percuma saja buruh juga tidak mendapat progam BLSM itu," ujar Rusdi.

Pemerintah seharusnya mencarikan alternatif lain, yaitu stop subsidi untuk PLN. Kami memiliki data pemerintah tidak serius meningkatkan pendapatan negara melalui wajib pajak.

"Hanya 8,8 % untuk perorangan, dan baru 14% wajib pajak perusahaan yang tertagih," ungkapnya.

Bila potensi pajak teroptimalkan, maka tidak akan ada masalah buruh dan mogok masal. Ini bukan ancaman, ini merupakan keseriusan dan pernyataan sikap kami.

Seperti diketahui, Pemerintah dalam waktu dekat, mulai 1 Juli mendatang akan menaikkan harga BBM. Pemerintah melalui Wapres Boediono telah melakukan sosialisasi dan loby di tingkat politik kepada partai koalisi untuk sepakat mendukung kebijakan menaikkan harga BBM.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > BBM
 
  Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Kasus Pengetap BBM Bersubsidi Ilegal 6 Bulan Penjara
  Ratna Juwita Tolak Keras Rencana Pengemudi Ojol Tidak Dapat Subsidi BBM
  Legislator Minta Pemerintah Turunkan Harga BBM Bersubsidi Agar Inflasi Terkendali
  BPH Migas dan Polri Berhasil Ungkap Kasus Penyalahgunaan Distribusi BBM Subsidi 1,42 Juta Liter
  Pemerintah Harus Perhatikan Keluhan Masyarakat Terkait Kualitas BBM Pertalite
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2