Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Atlet
John Kenedy: Habis Manis, Sepah Dibuang
Saturday 16 Jan 2016 19:45:03
 

Ilustrasi. Gedung DPR RI, Senayan Jakarta.(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi X DPR, John Kenedy Azis menyayangkan sikap pemerintah yang memperlakukan atlet bak habis manis, sepah dibuang. Pasalnya, Pemerintah kurang menghargai atlet berprestasi, dan tidak memberikan jaminan hidup layak ketika atlet memasuki masa pensiun.

Ironisnya, tak sedikit atlet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun masih kesulitan. Demikian ditegaskan John, disela-sela rapat dengar pendapat antara Komisi X dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Gedung Nusantara I, Kamis (14/1). RDP dipimpin Ketua Komisi X, Teuku Riefky Harsya (F-PD).

“Sudah tidak menjadi rahasia umum lagi, bahwa perhatian Pemerintah kepada atlet sangatlah kurang. Saya pernah bertemu dengan beberapa atlet, namun mereka terlihat tidak bersemangat. Atlet-atlet itu untuk makan saja susah. Sedangkan di sisi lain, mereka setiap harinya, dari pagi sampai malam, berlatih terus,” kata John.

Bahkan, lanjut politisi F-PG itu, ketika atlet memasuki masa pensiunnya, banyak yang bekerja tidak layak. Ada yang menjadi pengawal (bodyguard), tukang parker, hingga tukang becak. Sangat berbeda sekali dengan latar belakang ketika menjadi atlet.
“Ini lah menjadi penyebab menurunnya minat orang menjadi atlet olahraga profesional. Di luar negeri, bahkan negeri komunis sekalipun, tetap dijamin hidupnya. Prestasinya dihargai, hingga dijamin asuransi juga. Standar sosial juga baik. Ini yang Pemerintah Indonesia perlu perhatikan,” tegas John.

Terkait event olahraga yang tak lama lagi digelar di Indonesia, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, dan Asian Games 2018, John meminta Pemerintah memberikan perhatian yang serius terhadap berbagai persiapan. Tak terkecuali persiapan atlet.
“Saya pikir, Pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan di bidang olahraga, harus membuka dan tidak boleh cuek. Sehingga, untuk mengawasi hal ini, Komisi X akan membentuk Panja Asian Games. Kami sebagai Komisi X bidang olahraga, sangat concern terhadap kemajuan olahraga,” imbuh John.

Politisi asal dapil Sumatera Barat ini menambahkan, panja ini nantinya untuk menyemangati bidang olahraga Indonesia. “Karena prestasi olahraga itu merupakan harga diri dan harkat martabat bangsa. Jadi, mari kita perhatikan dan dorong untuk penyelenggaraan hajat negara ini, untuk melaksanakan PON dan Asian Games,” tutup John.(sf/dpr/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

 

ads2

  Berita Terkini
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2