JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Budiman mengatakan jelang hari H pada, Rabu 9 April 2014 Pemilu Legislatif. Situasi dan kondisi keamanan sebelum kampanye justru suhu politik tidak terlalu besar, dari pada pada masa kampanye.
“Kalau kita cermati, tahun ini suhu politik tidak terlalu besar, karena kebetulan menjelang pileg ada beberapa hari libur panjang sehingga bisa menurunkan tensi.,” ujarnya di Markas Besar TNI AD (Mabesad), Jakarta, Minggu (6/4).
Meskipun begitu, Kasad mengatakan ada beberapa kawasan yang perlu mendapat perhatian terkait, tingginya historitas konflik sosial jelang Pemilu, yang kini masih menjadi pekerjaan rumah.
“Sulawesi Selatan awalnya perlu mendapat perhatian. Tapi kemarin saya ke sana, kondisinya sudah jauh lebih baik. Kemudian Aceh juga menonjol, hal ini dikarenakan beberapa kali konflik kekerasan antar partai dilaporkan pernah terjadi. Di Jawa Barat tingkat kerawanan juga tinggi, namun lebih pada masalah administrasi. Sementara Papua, tingkat kerawanan konflik sosial berada di daerah-daerah tertentu saja,” ujar Budiman kembali.
Menurutnya, selain kerawanan konflik sosial, persoalan teknis Pemilu yang harus juga perlu diwaspadai adalah urusan logistik akibat kondisi geografis, dan cuaca. Kemudian keluhan kekurangan dan kerusakan logistik, keluhan permasalahan administrasi dan infrastruktur, serta keluhan daftar pemilih.
“Berbagai permasalahan ini sebagian sudah teratasi. Tetapi saya minta untuk tetap mensinergikan, mengoptimalkan kemampuan yang ada, sehingga jika ditemui adanya permasalahan dapat segera diselesaikan,” tuturnya.
Ketika berkoordinasi dengan Panglima Daerah Militer (Pangdam) seluruh Indonesia, disampaikan pula bahwa situasi dan keamanan menjelang Pemilu di setiap Kodam tergolong kondusif.(bhc/dbs/dar) |