JAKARTA, Berita HUKUM - Koalisi Masyarakat untuk Peradilan Profesional (KMPP) sore tadi mengajukan Permohonan Pengujian Pasal ke Mahkamah Konstitusi, Selasa (12/2).
Seperti dalam lembaran yang diterima Pewarta BeritaHUKUM.com, KMPP merupakan gabungan dari LKBH Usahid Jakarta, ICW, ILR, LBH Jakarta, YLBHI, MTI, TII, Perludem, PUSaKO Univ.Andalas, Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN).
Beberapa orang perwakilan KMPP, telah mendaftarkan Permohonan Pengujian Pasal 8 Ayat (2), (3), (4) dan (5) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung.
Dan terhadap Pasal 18 Ayat (4) dan Pasal 19 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Para Pemohon masing-masing, Yuherman SH MH MKn, Yusuf Mohamad Said SH MH, M Ady Soehatman SH, Viktor Santoso Tandiasa SH, Wahyudi SH, Wahyu Nugroho SHI MH, Alvon Kurnia Palma SH, Ridwan Bakar SH, Bahraen SH MH, Moch Ainul Yaqin SHi, Julius Ibrani SH, Jermiah U.H Limbong SH, Triya Indra Rahmawan SH MH, Maria Louisa SH.
Erwing Natosmal Oemar SH, Maruli Tua Rajagukguk SH, Feri Amsari SH MH, Refki Saputra SH, Febri Diansyah SH, Reza Syawawi SH, Veri Junaidi SH MH, Muhammad Isnur SHi, Edy Halomoan Gurning SH, Febi Yonesta SH, Jamil Mubarok SH dan Donal Fariz SH.(bhc/mdb) |