ACEH, Berita HUKUM - Komisi perlindungan anak Indonesia Daerah (KPAID) Aceh, menyatakan Kekesalannya terhadap pemerintah, hal tersebut di sampaikan ketuanya, Anwar ( yang sering di sapa ayah Aneuk Acek) saat berbincang berbincang dengan gubernur Aceh Dr.Zaini Abdullah selasa (24/9), di sela sela pelantikan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh.
Anwar menceritakan tentang kondisi anak Indonesia umumnya, dan Aceh khususnya, selama ini terkesan mengabaikan hak anak aceh dalam tumbuh kembangnya ditanah indatu ( nenek moyang - red)," Aneuk (anak) aceh sekarang sudah hancur, saya ingin bertemu dengan saudara (Gubernur-Red), tapi kami selalu di jegal oleh Algojo (bawahan) bapak untuk bertemu".
Hal tersebut di sampaikan, Anwar, dalam pembicaraannya di lantai dua, gedung serba guna kantor Gubernur Aceh, Anwar telihat begitu kesal, dengan apa yang terjadi terhadap anak anak di bumi Serambi Mekkah saat ini.
Anwar mengatakan pada Dr.Zaini, "apa pelu saya cabut pamplet (plang nama-Red) KPAID Aceh, saya lemparkan kedepan kantor DPRA," ucap Anwar, pada Dr.Zaini Abdullah.
Anwar, melanjutkan hampir dua tahun saya menjabat ketua KPID, "berbagai kasus anak telah kami selesaikan di Aceh, tetapi tidak ada perhatian yang serius dari pemerintah Aceh," Ujar Anwar dengan nada kekesalan.
Sementara Gebernur Aceh Dr.Zaini Abdullah, didampingi Asisten 1 bidang pemerintahan, Dr.Iskandar A.Gani meminta waktu untuk membahas hal tersebut dalam waktu secepat mungkin.(bhc/kar)
|