JAKARTA, Berita HUKUM - Pohon Mahoni, memiliki pokok kayu yang kuat meski diterpa panas dan hujan. Buahnya pahit. Kayunya antirayap. Mahoni tergolong pohon peneduh dan pelindung di tepi jalan atau di pekarangan. Ia memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, sebagai bahan bangunan hingga menjadi bahan pengobatan berbagai macam penyakit.
“Saya membayangkan KPK adalah Pohon Mahoni. Kuat banget dan bermanfaat,” ujar Ratih saat menjadi pembicara dalam seminar “Membangun Kolaborasi dan Tim Kerja yang Solid” di Auditorium KPK, Jakarta, pada Kamis (27/8) lalu.
Pohon Mahoni, menurut Ratih, berfungsi sebagai filter udara, menyerap polutan-polutan di sekitarnya. Kondisi Indonesia sudah banyak tercemar ‘polutan’ korupsi. Perjuangannya akan terasa pahit, karena mendapat serangan balik dari para koruptor. Pahit ini menandakan kerja KPK dalam memberantas korupsi tidak mudah. Meski begitu, akan terasa manfaatnya di kemudian hari. Yakni dimana Indonesia akan terbebas dari belenggu korupsi.
“Buahnya pahit, kenapa? Yang pahit itu menyembuhkan,” tambah Ratih.
Terkait gaya organisasi KPK, Ratih menganalogikan lembaga antikorupsi ini sebagai sebuah pertunjukan orkestra. Setiap personel, memiliki peran yang khas dengan kinerja yang padu sehingga menghasilkan bunyi yang harmoni. Setiap personel atau kelompok alat musik, diatur bunyi dan ketukannya oleh partitur.
“Konduktor yang mengaturnya. Anda tidak bisa main sendiri. Anda harus mengikuti by sistem. Kalau anda main sendiri suara mainnya akan fals,” ujar Ratih. Demikian pula pada kinerja KPK. Seluruh bagian memberikan sumbangan kinerja untuk mencapai tujuan yang sama. Sekecil apapun, namun merupakan satu kesatuan yang padu.
Menurut Ratih, KPK tidak bisa dianalogikan sebagai pemusik solo. Sebab, jika KPK akan ‘solois’ akan melanggar aturan yang ada. Pasalnya KPK sebagai lembaga pemerintahan memiliki aturan meski aturan tersebut lebih khusus dibandingkan penegak hukum lainnya.
“Kita (KPK) tidak dalam kapasitas untuk tampil solo. Saat anda tampil solo, melanggar aturan yang ada di sini,” ujarnya. Konseling yang diberikan Ratih disambut tepuk tangan ratusan pegawai KPK yang hadir. “If you want to walk fast, walk alone. If you want to walk far, walk together,” pungkasnya.(kpk/bh/sya)
|