JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melalui juru bicaranya Johan Budi SP, menanggapi pengakuan saksi AKBP Tedy Rusmawan dalam persidangan untuk terdakwa Irjen Djoko Susilo dalam Kasus Simulator SIM di Korlantas Mabes Polri. di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (28/5).
Johan mengatakan terkait adanya pengakuan AKBP Teddy Rusmawan serta pengakuan ini sebelumnya sudah di sampaikan dalam proses penyidikan di KPK. Selanjutnya info ini di validasi oleh KPK dengan memanggil Anggota DPR bersangkutan.
Di lanjutkan Johan Budi apakah pengakuan AKBP Teddy ini didukung dengan bukti-bukti dan benar adanya. Sebaliknya juga bantahan dari Anggota DPR ini yang benar.
"Di sisi lain KPK terus masih melakukan penyidikan, untuk tiga orang tersangka lainnya yang belum selesai, nanti kita lihat di pengadilan apakah ada fakta-fakta barusan di simpulkan siapa yang benar," ujar Johan Budi.
Ketika di tanya kembali apakah penyidik KPK akan kembali memangil, Bambang Susatyo, Azis Syamasudin, Herman Heri, dan Desmon Mahesa yang kesemuanya Anggota komisi III DPR RI atau tidak?
Johan menjawab "KPK masih mencari bukti pendukung apa yang di sampaikan Teddy, benar atau tidak kita menunggu fakta-fakta baru di persidangan, masalah di panggil tidaknya nanti saya tanya pimpinan dahulu," pungkas Johan Budi.
Sebelumnya seperti yang sudah di beritakan, bahwa AKBP Teddy Rusmawan mengakui di suruh Irjend Djoko Susilo untuk menyerahkan 4 kardus uang kepada Anggota DPR RI Komisi III yang di terima oleh ajudannya di pelataran parkir Plaza Senayan City, di mana dalam pengakuan sebelumnya sudah ada pertemuan awal Irjen Djoko Susilo dengan ke empat Anggota DPR tersebut di restoran Basara.(bhc/put)
|