JAKARTA, Berita HUKUM - Upaya pencegahan korupsi, dilakukan dengan beberapa tahapan, yakni tahap sadar, mau, tahu, dan mampu. Jika keempat tahapan tersebut dimiliki oleh masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakin korupsi bisa dibasmi.
Untuk itu, KPK melakukan sosialisasi 4 buku yang berjudul Semua Bisa Beraksi, Orange Juice for Integrity; Belajar Integritas kepada Tokoh Bangsa, Pantang Korupsi Sampai Mati, serta Saujana: Di Antara Pilihan. Menurut Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, buku-buku tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan. “Kalau pemahaman meningkat, kan berani bertindak dalam konteks pemberantasan korupsi,” katanya.
Buku “Semua Bisa Beraksi” mengajak masyarakat untuk bahu-membahu memberantas korupsi. Siapapun, tanpa terkecuali. Karena setiap warga negara tentu memiliki kesempatan yang sama untuk membebaskan negeri ini dari cengkeraman korupsi.
Sementara melalui buku “Orange Juice for Integrity; Belajar Integritas kepada Tokoh Bangsa”, berisi kisah beberapa tokoh bangsa yang memiliki watak pejuang, disiplin, jujur, berdedikasi, dan antikorupsi, seperti Bung Hatta, Widodo Budiman, Kepala Daerah Kepolisian Metropolitan dan Baharuddin Lopa.
Buku lainnya, “Pantang Korupsi Sampai Mati” disajikan dalam bentuk komik, berisi pemahaman terkait seluk-beluk korupsi, mulai dari pengertian korupsi, bentuk-bentuk korupsi, hingga pada contoh-contoh korupsi yang sering dihadapi masyarakat secara langsung.
“Disajikan dalam bentuk gambar agar lebih mudah dicerna,” kata Adnan.
Buku terakhir, “Saujana: di Antara Pilihan”, merupakan sebuah buku ontologi yang menceritakan para tokoh pegawai negara, seperti hakim, penyidik, birokrat, dan auditor. Prinsipnya, mereka juga manusia, di antara kenyataan hidup yang serba abu-abu, para tokoh dihadapkan untuk menentukan sikap agar menetapkan diri pada garis hitam atau putih.
Adnan menyadari, bahwa buku-buku tersebut masih jauh dari sempurna. Karenanya, KPK melakukan sosialisasi melalui diskusi dan bedah buku untuk penyempurnaan di 19 kota di Indonesia, antara lain Banda Aceh, Medan, Gorontalo, Bengkulu, Banten, Bandung, Semarang, Solo, Ternate, Gorontalo, Manokwari, Kupang, Samarinda, Balikpapan, Pontianak, Manado, Bogor, Riau, dan Kendari.(kpk/bhc/sya) |