Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Mogok Nasional
KSPI Menuntut Kapolres Bekasi Kombes Pol Isnaini Ujiarto Di Copot
Friday 01 Nov 2013 10:27:19
 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (2 dari kiri).(Foto: BeritaHUKUM.com/bar)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Konfederasi Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan, bahwa aksi mogok nasional buruh hari ini berlangsung secara tertib dan damai. Sebanyak 2 juta buruh di seluruh Indonesia melakukan mogok nasional di 20 provinsi dan 150 Kabupaten, Kota.

Secara umum target mogok nasional tercapai 3 provinsi sudah mendapatkan kesepahaman dengan pemerintah. Diejip Cikarang sebanyak 700 ribu orang, Pulogadung 200 ribu orang lebih, Delta silicon, lumpuh total.

Terkait dengan aksi kekerasan yang dialami massa buruh di Bekasi dan Karawang, Presiden KSPI menuntut Kapolres Kabupaten Bekasi Kombes Isnaini dicopot dari jabatannya. Karena telah terbukti secara sengaja melakukan aksi pembiaran sekelompok pereman membawa balok, samurai, golok dan melakukan tindakan kekerasan dengan membacok, memukul dan merusak kendaraan buruh.

"Kami memberikan tengat waktu sampai 3 x 24 jam pada pihak Kepolisian untuk mencopot Kapolres Kombes Pol Isnaini Kabupaten Bekasi dari jabatannya. Bila Kapolres Kabupaten Bekasi tidak juga dicopot maka, buruh akan mengepung Polres Bekasi besok," ujar Said Iqbal di Gedung LBHI Jakarta Pusat.

Said sudah memperingatkan pihak kemanan agar menjaga aksi damai buruh hari ini, jangan buruh dipropokasi dan sudah diingatkan indikasi akan terjadi serangan tersebut pada pers conpers (30/10) di Hotel Mega Proklamsi namun aparat terkesan membiarakan keadaan tersebut berlangsung.

"Kami akan bertempur habis-habisan terhadap aksi pemukulan massa buruh, karena telah menodai aksi mogok nasional yang berlangsung secara tertib dan damai," ujar Said Iqbal.

Ditegaskanya kembali bahwa, orang-orang yang paling bertangung jawab terhadap aksi kekerasan ini diduga Pemuda Pancasila (PP), Ikapud, Aspelindo, dimana ketuanya adalah Hartono dan Budianto karena diduga sudah permainan dengan pemerintah dan pengusaha. Pria kelahiran Aceh ini merilis, data 17 orang buruh luka serius, sementara 11 orang lainnya luka ringan. Menurutnya, 17 orang dirawat di RS Hosana Medika Cikarang diantaranya 2 orang mengalami luka tusuk dibagian pingang kiri, 5 orang terkena luka bacok di pungung, kepala dan paha, 1 orang mengalami luka patah tangan, 2 orang ditusuk dibagian pingang kiri sedalam 3 cm, 7 orang diseret dan dibacok dan dipukul dengan besi dan balok.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > Mogok Nasional
 
  KSPI Menuntut Kapolres Bekasi Kombes Pol Isnaini Ujiarto Di Copot
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2