JAKARTA, Berita HUKUM - Ramadhan Pohan, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat mengidolakan calon Presiden dari pensiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurutnya, pensiunan Militer lebih mempunyai pengetahuan dan dedikasi tentang kebangsaan. Sehingga tidak salah jika dirinya menyatakan cukup banyak pensiunan militer yang seharusnya mencalonkan menjadi presiden di pemilu 2014 mendatang. Lalu, apakah itu artinya Demokrat sudah mengerucutkan pilihan untuk mencalonkan pensiunan Militer?.
Pesta demokrasi memang sudah didepan mata, setiap tokoh partai tidak luput dari pertanyaan dari wartawan mengenai pemilu itu. Banyak pensiunan TNI, kata Pohan julukan Ramadhan Pohan yang menarik, kredibel, dan memiliki dedikasi kebangsaan yang tidak diragukan lagi. "Banyak yang menarik dari latar belakang militer. Saya termasuk orang yang melihat dari militer itu oke, lebih kredibel, pengalaman, pengetahuannya, dan dedikasi kebangsaanya itu diperlukan oleh bangsa ini," kata Pohan saat ditemui di salah satu Restoran di Jl. Senopati Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/1).
Menurut Pohan, TNI yang sudah pensiun berarti dia bukan anggota TNI lagi, dan berganti statusnya menjadi warga sipil. TNI aktif di Indonesia tidak boleh berpolitik, akan tetapi ketika sudah pensiun maka hukumnya sah-sah saja untuk ikut berpolitik di pesta demokrasi di tahun 2014 nanti. Seperti diketahui, partainya, Demokrat sukses mengusung mantan Militer yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Berkat kewibawaan SBY, Demokrat berhasil memenangi pemilu dua kali berturut-turut yakni Pemilu 2004 dan 2009.
Lalu, apakah Demokrat kembali mengusung pensiunan Militer di Pemilu mendatang?, Pohan belum mengakuinya. Ia hanya menjelaskan sampai saat ini partainya belum menentukan calon presiden yang akan dipertarungkan di Pemilu 2014. "Yang jelas dari Demokrat belum ada Capres yang di usung," ujarnya.
Meski begitu, ia mengaku tidak menutup kemungkinan partainya kan mengusung dari masyarakat sipil. Hanya saja, katanya, jika dari kalangan sipil pihaknya akan melakukan seleksi lebih ketat. Karena menurutnya jika seseorang dari unsur sipil ingin berpolitik harus mempunyai wawasan nasional yang teruji. "Kalo dari sipil, seleksinya lebih ketat," terangnya.
Seperti diketahui, SBY sudah tidak bisa lagi dicalonkan presiden, sebab sudah dua kali putaran. Pada Pemilu 2014, partai demokrat mendapat nomor urut 7 yang menurut Pohan angka bagus.(bhc/din) |