Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Polri
Kapolri: Tidak Boleh Melakukan Cara-Cara Kekerasan untuk Mencapai Tujuannya
Monday 10 Feb 2014 15:59:33
 

Kapolri Jenderal Pol Drs Sutarman.(Foto: BH/riz)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kapolri Jenderal Pol Drs Sutarman, mengecam tindakan penyerangan terhadap Pos polisi di Bundaran Senayan dan Jl Trunojoyo, dan Jl Sisingamangaraja di Jakarta Selatan.

Menurut Kapolri, siapapun yang melakukan aksi ini tidak boleh melakukan cara dan aksi kekerasan demi mencapai sebuah tujuannya dan jika dibiarkan negara ini jadi negara tidak benar.

"Siapapun di negeri ini tidak boleh melakukan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuannya. Kalau dibiarkan negara ini, jadi negara tidak benar," ujar Kapolri di kantor Wapres, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (10/2).

Dijelaskan Kapolri lebih lanjut, Indonesia merupakan negara berasaskan hukum. Dan cara-cara merusak serta aksi kekerasan tidak dibenarkan dalam negara ini.

"Kita lakukan penegakan hukum kepada siapapun," ujarnya kembali.

Akibat kejadian ini, 4 korban pedagang kecil mengalami luka-luka. Sumiati (18) menderita luka sobek di pipi kiri kena serpihan kaca, lalu Sari (23) penjual tisu terluka jari jempol sebelah kanan, Topan Saputra (17) terluka di pelipis kanan, dan Juleha (25) terluka terkena batu di bagian punggung.

Para pelaku di perkirakan menggunakan sepeda motor sebanyak 20 unit mereka bergerombol selepas melakukan aksinya pelaku langsung kabur.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > Polri
 
  Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
  Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden
  Jimly: Presiden Prabowo Punya Wewenang Batalkan Perpol Nomor 10/2025
  Komjen Agus Andrianto Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen Gatot Eddy
  HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Sebut Tiga Hal Ini Yang Nyata Dihadapi Polri
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores

Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2