 Kasal, Laksamana TNI Ade Supandi, S.E meresmikan operasionalisasi Masjid Nurul Bahri, di Komplek TNI AL Kodamar, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (8/4).(Foto: BH/yun) |
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E, meresmikan operasionalisasi Masjid Nurul Bahri yang merupakan mesjid terbesar di Komplek TNI AL Kodamar, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (8/4).
Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi meminta para prajurit TNI AL untuk mengutamakan ketakwaan dan pembinaan rohani sehingga dapat menjalankan tugas kenegaraannya dengan baik, hal ini diungkapkan Ade saat memberikan sambutan peresmian operasional Masjid Nurul, Bahri Rabu sore.
"Tiap bulan kita akan melaksanakan pengajian bersama di tempat ini yang merupakan wujud syukur, bertakwa, dan meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah Swt," ujar Ade, di halaman depan Masjid Nuruh Bahri.
Ade mengungkapkan dengan adanya mesjid tersebut maka para prajurit TNI AL dapat beribadah sholat lima waktu secara berjemaah dalam jumlah besar serta meningkatkan pemahaman pengetahuan agama Islam.
"Semoga dengan keberadaan Masjid ini dapat mempertebal derajat keimanan para prajurit TNI AL dan warga sekitar serta menghindari pehamanan keliru dan segala sesuatu yang dilarang olleh pemerintah dan norma yang ada," kata Ade.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir, mengatakan pembangunan mesjid terbesar di komplek TNI AL tersebut dapat terselesaikan karena peran swadaya Persatuan Purnawirawan TNI AL (PPAL) serta berbagai pihak yang mendukung proses pembangunan masjid.
"Masjid ini juga nantinya dapat menjadi tempat kegiatan masyarakat baik disekitar komplek maupun di luar komplek, tapi akan ditekankan pada pembinaan mentalitas para prajurit," kata Manahan.
Lebih lanjut menurutnya, keberadaan Masjid di komplek TNI AL juga dapat meningkatkan daya juang prajurit untuk menjalankan tugasnya dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia serta menjalankan pengawasan terhadap ’illegal fishing’ yang menjadi salah satu fokus pemerintahan saat ini.
"TNI AL pada hakikatnya memiliki 3 fungsi utama, yakni military, diplomasi, dan polisional, dalam posisi ketiga inilah prajurit TNI AL turut mengambil peran dalam mencegah dan memberantas ’Ilegal Fishing’, namun tetap tidak melupakan tugas utama kita untuk menjaga kedaulatan negara," tutup Manahan.
Masjid Nurul Bahri terletak di Jalan Pulau Dana dan berdiri di lahan seluas 9.600 meter persegi dengan bangunan seluas 6.100 meter persegi. Bangunan mesjid terdiri dari satu bangunan utama beserta dua menara pengeras suara, dua bangunan terpisah dari bangunan utama untuk wudhu, taman serta lahan parkir mobil dan sepeda motor yang luas.
Pembangunan masjid dimulai pada 25 April 2014 lalu dan peresmian penyelesaian bangunan telah dilaksanakan oleh Kasal sebelumnya Laksamana TNI (Purn) Marsetio pada 16 Desember 2014. Operasionalisasi dan pengajian perdana di Masjid Nurul Bahri baru dimulai sejak Rabu (8/4) ini dan terbuka untuk umum. (C-7/N-6/tni/bh/yun) |