JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna meninjau secara langsung latihan puncak Koopsau I yaitu Latihan Jalak Sakti 2016.
Setelah menggelar gladi posko di Jakarta, pasukan akan melaksanakan manuver lapangan untuk menguji doktrin TNI AU dan meningkatkan kemampuan tempur prajurit.
Kasau mengatakan, "Untuk tahun 2016, latihan Jalak sakti digelar dalam dua kegiatan yaitu gladi posko dilaksanakan di Makoopsau I di Jakarta dan maneuver lapangan dilaksanakan di AWR Bangka Belitung. Pangkoopsau I langsung yang memimpinnya," katanya di Bangka Belitung, Selasa (31/5).
Latihan Jalak Sakti 2016 kali ini dipimpin langsung oleh Pangkoopsau I Marsda TNI Yuyu Sutisna. Latihan ini berlangsung di Air Weapon Range (AWR) Buding, Bangka Belitung, Selasa (31/5).
"Untuk angkatan udara dibagi dua komando operasi (Koops) dengan Koops pertama di wilayah barat yang berkantor pusat di Jakarta, dan Koops di wilayah timur yang ada di Makassar Keduanya memiliki tujuan dan tugas yang sama. Hanya alutsista yang berbeda," pungkasnya.
Komando Operasi I TNI AU (Koopsau I) menggelar latihan Jalak Sakti 2016. Ini merupakan latihan puncak di tingkat komando operasi yang bertujuan untuk menguji kesiapan satuan-satuan yang ada di jajaran Koopsau I. Untuk tahun ini operasi Jalak Sakti dilaksanakan dalam dua manuever.
Di Jalak Sakti 2016 ini Koopsau I bakal mengerahkan unsur tempur, angkut, dan helikopter. Menurut rilis resmi TNI AU, pihaknya akan mengerahkan pesawat tempur F-16 dan Hawk 109/209, serta pesawat angkut C-130 Hercules danCN-295. Sedangkan untuk kebutuhan pengintaian TNI AU mengerahkan pesawat intai Boeing 737. Helikopter angkut SA-330 dan NAS-332 juga akan ikut serta dalam Jalak Sakti 2016.
Tercatat empat Pangkalan Udara ikut serta dalam latihan ini, di antaranya Lanud Halim Perdanakusuma, Lanud Rusmin Nuryadin, Lanud Supadio, dan Lanud Hananjudin.(bh/yun) |