Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Satwa
Kasus Pembantaian Orang Utan, Polri Kirim Timsus ke Kaltim
Thursday 17 Nov 2011 20:33:28
 

Mayat orang utan yang diduga korban pembantaian warga areal perkebunan sawit (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Mabes Polri membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus pembantaian orang utan di Kutai Kertangera, Kalimantan Timur. Bahkan, tim dari Bareskrim ini sudah sudah turun ke lapangan untuk menyelidikinya.

Tim ini beranggotakan sejumlah penyidik dari Direktorat V Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim. Mereka akan berada di sana untuk beberapa lama dalam rangka menyelidiki dugaan pembantaian orangutan jenis Morio (Pongo Pygmeus Morio) di areal kebun sawit PT Khaleda Agroprima Malindo (KAM), Kabupaten Kutai Kertanegara.

"Tim kami sudah ke lapangan untuk mengeceknya. Kasus (pembantaian) ini sudah lama dan perlu teknik serta strategi khusus. Tim akan melaporkan, jika memang ada fakta yang ditemukan terkait pelanggaran hukum yang dilakukan," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Saud Usman Nasution di Mebs Polri, Jakarta, Kamis (17/11).

Tim khusus dari Mabes Polri tersebut, lanjut dia, juga akan berkoordinasi dengan pejabat kepolisian Malaysia untuk menyelidiki kasus ini. Pasalnya, ada dugaan keterlibatan perusahaan kebun sawit itu yang merupakan anak usaha Metro Kajang Holdings Bhd asal Malaysia. “Kami akan koordinasi dengan Kepolisian Diraja Malaysia,” imbuh Saud.

Sebelumnya, puluhan orang utan diduga dibantai di Kutai Kertanegera, karena dinilai merusak perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kaltim menemukan sejumlah bukti pembantaian tersebut. Selain menemukan bangkai hewan yang dilindungi tersebut, juga ditemukan juga tulang belulang.(dbs/bie)



 
   Berita Terkait > Satwa
 
  Perdagangan Satwa Dilindungi Melalui Medsos Dibongkar, 1 Pedagang Dicokok Polisi
  Inilah 8 Filosofi Burung Elang yang Bisa Kamu Tiru
  Animal Defenders Indonesia Tepis Fitnah Soal 'Buangan Kotoran'
  Sumdaling Ditreskrimsus PMJ Menangkap 9 Penjual Satwa Langka melalui Medsos
  Legislator Apresiasi Dicabutnya Permen LHK Nomor 20 Tahun 2018
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2