Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kejaksaan Agung
Kejagung Copot Kajari Cibinong Suripto Widodo
Friday 25 Nov 2011 19:06:39
 

Suripto Widodo (Foto: MICOM)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya mencopot Suripto Widodo sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cibinong. Dasar pencopotannya, karena ia terbukti bersalah melakukan pelanggaran disiplin kepegawaian, terkait ditangkapnya jaksa Sistoyo oleh KPK yang diduga diduga menerima suap.

"Berdasarkan keputusan Wakil Jaksa Agung, dinyatakan bahwa Suripto Widodo terbukti bersalah melakukan pelanggaran disiplin kepegawaian. Hal ini dputuskan, setelah Bidang Pengawasan melakukan pemeriksaan terhadapnya," kata Kapuspenkum Kejagung Noor Rachmad kepada wartawan di gedung Kejagung, Jakarta, Jumat (25/11).

Dalam pemeriksan di bawah koordinasi Jamwas Marwan Effendy tersebut, imbuh Noor, Suripto dinyatakan bersalah, karena melanggar pasal 3 angka 6,15,17 PP Nomor 53 Tahun/2010 tentang Kepegawaian. Sedangkan penempatan berikutnya, masih menunggu keputusan Jaksa Agung Bidang Pembinaan (Jambin).

Mengenai tudingan Suripto ikut menikmati suap yang diterima Sistoyo itu, Kapuspnekum belum mengetahui perkembangannya. Pasalnya, untuk masalah ini, Kejagung hanya melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran disiplin kepegawaian. “Kasus ini dalam penyidikan KPK. Kejagung hanya urusan disiplin kepegawaian," tandasnya.

Belum Dijadwalkan
Dalam kesempatan terpisah, Karo Humas KPK Johan Budi SP mengatakan, tim penyidik belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap Suripto Widodo. Pemeriksaan untuk sementara baru difokuskan terhadap tiga tersangka suap, yakni jaksa S serta EB dan AB.

Dari pemeriksaan ketiganya ini, nanti barulah KPK akan menentukan untuk memeriksa saksi-saksi dan beberapa orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. "Kami masih periksa tiga tersangka, jaksa nonaktif S, E dan AB. Mereka telah menjalani pemeriksaan sejak pagi tadi. Dari sini nanti akan diketahui (siapa yang terlibat dan akan dipanggil)," ujar dia.

Sebelumnya, Jamwas Marwan Effendi menyatakan bahwa nilai suap dalam kasus ini mencapai Rp 2,5 miliar. Uang Rp 99,9 juta yang ditemukan KPK itu adalah DP. Kemungkinan ada beberapa pihak lain di Kejari Cibinong yang terlibat, mengingat jumlahnay sangat besat. Tapi kalau Rp 2,5 miliar hanya untuk S, berarti akan menjadi kasus suap yang terbesar pernah diterima seorang jaksa.

KPK sendiri sendiri sebelumnya menjerat jaksa S dengan Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 12a dan b, jo Pasal 11 UU Nomor 31/1999 jo UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi. Sedangkan dua orang pria berinisial EB dan AN dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) jo Pasal 13 UU Nomor 31/1999 jo UU Nomor 20/2001 tentang Pembarantasan Korupsi.(inc/bie/spr)



 
   Berita Terkait > Kejaksaan Agung
 
  Jaksa Agung Himbau Staf Ahli Memantau Perkembangan dan Perubahan KUHP atau KUHAP
  Amir Yanto Jadi Jamintel Gantikan Sunarta yang Menjadi Wakil Jaksa Agung
  Wakil Jaksa Agung Apresiasi Kejati Kalbar Terkait Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM
  Ini Tujuan Wakil Jaksa Agung Berkunjung ke Riau
  Ini Penjelasan Wakil Jaksa Agung Terkait Undangan Konperensi Pers DPP PEKAT IB
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2