Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Afrika Selatan
Kekerasan Rasial di Afrika Selatan, Ratusan Ditangkap
Monday 20 Apr 2015 14:52:17
 

Presiden Jacob Zuma didampingi Mendagri Malusi Gigaba (kiri). Para pendatang di Afrika Selatan di pengungsian darurat. Setidaknya sudah enam orang tewas dalam dua pekan terakhirnkekerasan anti imigran.(Foto: Istimewa)
 
AFRIKA SELATAN, Berita HUKUM - Lebih dari 300 orang ditangkap di Afrika Selatan terkait gelombang kekerasan terhadap imigran dari bagian lain dari Afrika, menteri dalam negeri Afsel mengumumkan. Mendagri Malusi Gigaba juga memperingatkan para pelaku, dengan mengatakan bahwa mereka akan ditindak berdasarkan "kekuatan hukum sepenuhnya".

Sedikitnya enam orang tewas dalam kerusuhan dua minggu terakhir.

Kelompok bersenjata menyasar toko-toko yang dijalankan para imigran Afrika, dan menuduh mereka mengambil pekerjaan dari penduduk setempat.

Ribuan orang asing meninggalkan rumah mereka untuk berlindung di kamp-kamp darurat, dan negara tetangga Zimbabwe, Malawi dan Mozambik telah mengumumkan rencana untuk mengevakuasi warga mereka

Berbicara dalam konferensi pers, Gigaba mengatakan 307 orang ditangkap terkait kekerasan-kekerasan itu.

"Kami melakukan segalanya untuk memulihkan perdamaian dan ketertiban," katanya. "Pemerintah akan menegakkan hukum dan tidak akan ragu-ragu untuk bertindak cepat dan tegas."

"Kami juga ingin memperingatkan secara keras bagi mereka yang melibatkan diri dalam kekerasan ini. Bahwa kami akan menemukan Anda, dan Anda akan ditindak dengan kekuatan penuh hukum "

Presiden Zuma dicemooh

Di Durban, Sabtu (18/4), Presiden Afsel Jacob Zuma mengatakan kepada sekelompok orang yang terusir akibat kekerasan, bahwa kerusuhan bertentangan nilai-nilai Afrika Selatan dan bahwa ia akan mengakhirinya, tapi ia dicemooh oleh sebagian orang banyak yang menuduhnya bertindak terlalu lamban.

Para pendatang, sebagian besar dari negara-negara Afrika lainnya dan Asia, berdatangan ke Afrika Selatan dalam jumlah besar sejak pemerintahan minoritas kulit putih berakhir pada tahun 1994. Banyak orang Afrika Selatan menuduh mereka mengambil pekerjaan, padahal pengangguran di negeri itu mencapai 24%.

Raja Zulu, Goodwill Zwelithini dituduh menyulut kekerasan dengan mengatakan bahwa orang asing harus "kembali ke negeri mereka". Namun, ia mengatakan kata-katanya telah diplintir.

Data resmi mencatat sekitar dua juta warga asing di Afrika Selatan, yang mencakup sekitar 4% dari jumlah keseluruhan penduduk. Tetapi beberapa perkiraan lain menaksir jumlah yang jauh lebih tinggi, hingga sekitar lima juta orang.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2