Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Kanker
Kemo Nyaman ala Omni Pulomas
Friday 12 Sep 2014 23:20:18
 

Pasien RS Omni Pulomas tengah mendapatkan perawatan di ruang Chemo Center, Jakarta Timur, Selasa (9/9). Omni Hospital. (Foto: Tribunnews)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Menderita kanker tentu sangat tidak mengenakan, penyakit yang dapat dihilangkan melalui teknik kemoterapi tersebut kini semakin berkembang seiring inovasi teknologi kesehatan.

Untuk membantu pengobatan penderita penyakit kanker, RS Omni Pulomas meresmikan fasilitas Chemo Center, Selasa (9/9). “Fasilitas terbaru ini untuk menjamin patient safety dengan layanan komprehensif, mulai dari diagnosa, konsultasi hingga tindakan yang terintegrasi dalam satu fasilitas,” kata Direktur RS Omni Hospital Pulomas, dr. Maria Theresia Yulita MARS dalam junpa wartawan, Jumat (5/9) pekan lalu saat menghadiri peresmian.

Fasilitas chemo diharapkan turut mengurangi penyakit kanker di Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Merujuk data Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1,4 jiwa per 1000 penduduk. Dengan prevalenso tertinggi menyerang jenis kelamin perempuan.

Sedangkan chemo Center RS Omni Hospital Pulomas ini memiliki drug mixing room yang sangat steril, kedap suara serta menggunakan sistem interlock. Dengan begitu, keakurasian, sterilitas dan kualitas saat pencampuran obat untuk pasien terjamin.

Menurut maria dalam tindakan pemberian kemoterapi perlu diperhatikan prinsip 6 benar: benar pasien, benar rute, benar dosis, benar obat, benar waktu, dan benar dokumentasi. Dalam pemberian obat, baik premedikasi, obat kemoterapi, dan post medikasi harus sesuai dengan standar prosedur yang berlaku.

“Sangat diperlukan pelaksanaan kemoterapi yang aman dan sesuai prosedur mengingat efek samping yang dapat timbul dalam pelaksanaan kemoterapi berlaku bagi pasien, petugas kesehatan, dan lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Adapun nama-nama dokter ahli dari RS Omni, antara lain dr. Henry Naland, Sp.B (K) Onk, Prof. DR. dr. Faisal Yunus, Sp.P (K), FCCP, dr. Fajar Firsyada, Sp.B-KBD, dr. Boy Busmas, Sp.OG (K) Onk, dr. Meilana Saraswati, Sp.PA, dan dr. Abidin Widjanarko, Sp.PD (bhc/mat/ist)




 
   Berita Terkait > Kanker
 
  Hari Kanker Sedunia 4 Februari, Kanker Payudara Paling Banyak di Indonesia
  Kemo Nyaman ala Omni Pulomas
  Kanker Payudara dan Leher Rahim Tertinggi Di Indonesia
  Remaja Temukan Cara Diagnosa Kanker Pankreas
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2