ACEH, Berita HUKUM - Ketua Umum DPP Partai Nasional Aceh (PNA) Aceh, T Irwansyah, menegaskan kepada para kadernya untuk tidak takut terhadap intimidasi.
"Lawan dan lapor tapi jangan sampai terpancing, sebab itulah yang diinginkan oleh pihak provokasi," tegasnya, dengan wartawan seusai menggelar rapat konsolidasi pemenangan Pemilu 2014 DPW PNA Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, bersama dengan Ketua DPP PNA Aceh dan Ketua Bapilu Pusat PNA, bertempat di Lido Graha Hotel, di Kota Lhokseumawe, sekira pukul 14:00 WIB, Senin (16/9).
Dia juga mengatakan, kepada para kader juga jangan menyia-nyiakan kepercayaan yang diberi oleh Partai.
"Jangan disia-siakan, dan harus muncul niat dari caleg untuk dapat memenangkan pemilihan sampai duduk di Dewan," katanya.
Kepada para kader, tambahnya, juga harus menguasai program dan sosialisasi pada rakyat, sehingga rakyat dapat memilih. "Jangan beri khayalan pada rakyat, sebab kita tidak akan membiarkan program khayalan sepeti itu," katanya lagi.
Sebab, PNA dibesarkan untuk membuat aturan dan struktur, sehingga caleg dapat bekerja dengan lebih baik dan masyarakat dapat mencintai partai ini.
Sementara, Sofyan Dawood, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PNA, mengharapkan kepada para kader untuk tidak mengobral janji kepada masyarakat pada Pemilu 2014 mendatang.
"Kerja keras dan buktikan kepada masyarakat bahwa PNA bertujuan untuk membantu aspirasi masyarakat," tukas mantan kombatan GAM ini.
Disinggung terkait kontroversi Qanun No.3/2013 tentang Bendera dan Lambang serta Qanun No.8/2012 tentang Wali Nangroe, Sofyan mengaku enggan komentar banyak terkait persoalan tersebut.
"PNA belum duduk di dewan, karenanya saya enggan berkomentar dulu," ujarnya lagi.
Di ujung wawancara ini, Sofyan Dawood menegaskan apapun bentuk program pasca lahirnya penandatangan MoU Helsinki, ada banyak hal yang harus dikerjakan oleh semua pihak, terutama program kesejahteraan rakyat yang paling penting.(bhc/sul) |