Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    

Ketua DPR: Pengadaan Alat Finger Print Hanya Rp 500 Juta
Tuesday 29 Nov 2011 15:53:29
 

Marzuki Alie (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Rencana Sekretariat Jenderal DPR untuk pengadaan 18 unit mesin alat absensi elektronik dengan sitem sidik jari (finger print) itu, diyakini tidak akan menghabiskan biaya Rp 4 miliar. Diperkirakan proyek tersebut hanya menelan anggaran tidak lebih dari Rp 500 juta.

Pengadaan alat ini diperlukan untuk mengukur tingkat kehadiran anggota Dewan tiap menggelar sidang paripurna DPR. "Saya yakin harganya tidak segitu (Rp 4 miliar-red), karena saya punya pengalaman (membeli alat) itu," ujar Ketua DPR Marzuki Alie kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/11).

Tiap satu unit alat absensi tersebut, menurut dia, yang paling bagus hanya seharga Rp 5 juta. Nilai tersebut sudah termasuk kelengkapan pendukung lainnya, yakni berupa sistem komputer dan akses poinnya. "Alat itu hanya untuk di ruang paripurna yang ada 18 gate (pintu masuk-red). Jadi, totalnya 18 finger print. Saya yakin anggarannya tak lebih Rp 500 juta," ungkapnya.

Marzuki berharap dengan adanya alat finger print tersebut, para anggota DPR diharapkan bisa berlaku jujur dalam hal absensi. Pasalnya, selama ini memang masih banyak anggota yang menitipkan absen tanpa menghadiri rapat paripurna. "Alat itu memnag dipelukan untuk melatih orang jadi jujur," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPR Marzuki Alie tersentak kaget dengan proyek pengadaan pengadaan 18 unit mesin alat absensi elektronik dengan sitem sidik jari (finger print) yang bernilai Rp 4 miliar. Padahal, ia tahu bahwa alat tersebut hanya seharga Rp 1 juta dan yang paling bagus Rp 5 juta.

Marzuki tahu hal ini, karena di sekolah miliknya telah menerapkan sitem absensi tersebut. Anggara senilai Rp 4 miliar itu membuatnya kaget dan jantungnya seperti mau copot. Ia pun meminta Setjen DPR menganggarkannya kembali dan jika terjadi korupsi, dirinya sebaga ketua Dewan takkan mau ikut bertanggung jawab.(mic/rob)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2