Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    

Ketua DPR Kritik Anggotanya yang Malas dan Hedonis
Monday 14 Nov 2011 14:09:47
 

Suasana sidang paripurna DPR (Foto: Ist)
 
*Jadi benih-benih munculnya revolusi

JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Perilaku tidak disipilin kembali diperlihatkan ratusan anggota DPR. Sidang paripurna pembukaan masa sidang II Tahun 2011-2012 yang gelar di ruang sidang utama DPR RI, Jakarta, Senin (14/11), harus ditunda. Pasalnya, dari 560 anggota Dewan, tak sampai 90 orang yang hadir.

Sikap memalukan ini, akhirnya mengundar komentar Ketua DPR RI Marzuki Alie yang meminpin sidang paripurna tersebut. "Ternyata para anggota Dewan tidak bisa mengevaluasi kinerjanya sendiri. Ini mengundang perhatian masyarakat," kata dia di depan forum.

Marzuki juga mengomentari banyak kritikan masyarakat terkait sikap glamor (hedonis) para anggota DPR. "Sudah banyak kritikan masyarakat soal gaya hidup hedonis, gila hormat dan lainnya. Mereka seharusnya sadar dengan kritik masyarakat itu," imbuh lagi.

Akibat belum juga banyak anggota DPR yang hadir dalam ruang sidang tersebut, akhirnya Marzuki dengan terpaksa memutus paripurna ditunda. Keputusan ini mendapat tepuk riuh sejumlah anggota Dewan yang sudah ada dalam ruangan itu. "Lain kali harus hadir tepat jam sembilan," seloroh Marzuki.

Dalam kesempatan terpisah, peneliti senior The Indonesian Institute Rohim Ghazali menyatakan bahwa masyarakat tidak kaget dengan perilaku memalukan anggota DPR. Sikap mau menang sendiri dan enggan instropeksi merupakan kebiasaan mereka yang sudah sukar diubah.

Apalagi dengan dengan sikap hedonis serta kerap memamerkan mobil mewah yang mereka miliki tersebut. Terlebih kepemilikan mobil super mewah Bentley seharga Rp 7 miliar yang ramai menjadi pembicaraan masyarakat.

“Seharusnya mereka bisa mawas diri. Mereka juga harus bisa belajar dari berbagai sejarah revolusi yang terjadi di seluruh negara, revolusi diakibatkan oleh gaya hidup mewah para elite politik. Revolusi Perancis dan Eropa terjadi akibat gaya hidup mewah elite yang membuat rakyat muak," jelasnya.

Terkait dengan mobil super mewah itu, lanjut dia, sudah membuat rakyat mengelus dada dan mulai muak. Hal ini dapat menjadi pemicu makin besarnya sikap antipati publik terhadap elite kekuasaan. "Inilah benih-benih revolusi suatu bangsa. Jika anggota DPR tidak mawas diri dan eling, tunggu saja pembalasan rakyat," terangnya.

Sebelumnya ramai diberitakan bahwa sejumlah anggota DPR memiliki mobil mewah. Di antara mereka, yakni anggota Fraksi Partai Golkar DPR Bambang Soesatyo dan anggota Fraksi PDIP DPR Herman Hery mengakui bahwa mereka memang memiliki mobil super mewah Bentley seharga Rp 7 miliar itu. Keduanya mengklaim membelinya dari uang bukan hasil korupsi.(inc/rob)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2