Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
Ketua MPR: Pilpres Ada Untuk Merekatkan Persatuan Bangsa
2018-12-01 12:50:46
 

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat acara Dialog Kebangsaan dan Sosialisasi Empat Pilar MPR, di Lapangan Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung, Kamis (29/11).(Foto: Istimewa)
 
LAMPUNG, Berita HUKUM - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhasan) menegaskan bahwa momen Pilpres 2019 didesain untuk semakin merekatkan persatuan bangsa bukan dimaksudkan untuk memecah bangsa.

Hal tersebut diungkapkan Zulhasan menjawab kegelisahan masyarakat yang mengkhawatirkan makin tajamnya suasana panas jelang Pilpres.

"Masyarakat harus tenang, kuncinya camkan ini Pilpres adalah rutinitas demokrasi biasa setiap lima tahun, jadi tidak perlu jadi ajang perang," katanya, kepada para tokoh masyarakat serta ratusan masyarakat seputar Kabupaten Pringsewu, Lampung dalam acara Dialog Kebangsaan dan Sosialisasi Empat Pilar MPR, di Lapangan Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung, Kamis (29/11).

Pilpres 2019, lanjut Zulhasan, mengandung tujuan bersama yakni memilih Pemimpin Nasional untuk mengemban amanah kedaulatan rakyat membawa bangsa Indonesia menuju kesejahteraan bersama.

"Siapapun sosok pemimpin itu, ya itulah putera terbaik Indonesia yang harus didukung semua. Pada saat memilih boleh berbeda-beda karena itulah demokrasi, tapi setelah terpilih mesti didukung semua, ingat pilihan boleh beda tapi Merah Putih kita sama. Itulah yang mesti dipahami dan dilakukan semua anak bangsa," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zulhasan berpesan agar masyarakat Pringsewu dan masyarakat di berbagai daerah lainnya masing-masing menjadi pelopor berada di garda terdepan dalam merealisasikan Pemilu yang aman dan damai di tahun 2019.

"Jadilah masyarakat yang berperilaku Pancasila yakni perilaku yang mempersatukan bukannya memecah belah. Implementasikan perilaku Pancasila ini di keluarga, di lingkungan rumah, di tempat kerja dimana saja. Jika perilaku Pancasila sudah membudaya dan menjadi kebiasaan maka kekhawatiran seputar Pilpres tidak perlu ada," tandasnya.(MPR/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
  Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
  Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
  Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
  Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2