JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Para pedagang berharap pada Ppemilukada DKI Jakarta yang diadakan pada Juli mendatang. Di tengah-tengah kesemrawutan tata letak kota, kesemrawutan mobilitas warga atau lebih tepat kemacetan, kesemrawutan ekonomi, dan kesemwawutan politik praktis, para pedagang asongan mengukuhkan diri dalam Paguyuban Pedagang Asongan Jabodetabek (PPAJ). Para anggotanya merasa dengan kekuatan berorganisasi akan menciptakan kekuatan massa sebagai mediasi perjuangan hak-hak para pedagang, yang pada umumnya berdagang untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga.
“Tak pernah ada dukungan dari pemerintah, apalagi bantuan agar kami bisa hidup lebih layak. Padahal yang kami kerjakan ini adalah pekerjaan yang halal, karena kami bekerja dengan keringat kami, bukan seperti koruptor yang mencuri uang rakyat,” ujar Ketua PPAJ dalam satu wawancara disela acara deklarasi.
Deklarasi PPAJ dilakukan pada Sebtu, 19 Mei, di GOR balai rakyat Cilandak, Jalan KH. Muhasyim VII No. 8, Jakarta Selatan. Deklarasi tersebut bertema “Bersatu-Berdaulat-Mandiri”, dan dihadiri 500 orang lebih pedagang asongan dari berbagai penjuru Jakarta, seperti dari terminal Blok M, terminal Kampung Rambutan, Slipi dan berbagai tempat lainya. Acara juga dibuka dengan pementasan teater oleh beberapa pedagang asongan yang kemudian dipadukan dengan pembacaan teks deklarasi.
Acara deklarasi berlangsung cukup meriah. Teriakan-teriakan dari para pedagang asongan yang menyambut berikrarnya media perjuangan mereka. Bahkan, kelak, pemimpin DKI Jakarta yang baru diharapkan mampu mendengar segala aspirasi para pedagang.
“Memang selama ini yang kita lihat, Pak Jokowi yang sudah terlihat integritasnya dalam mendukung dan melindungi pedagang kecil. Tapi siapapun nanti pemimpin Jakarta yang terpilih, mereka harus memberikan perlindungan kepada pedagang asongan, bukan penggusuran,” seru Ronny Susanto, Ketua Paguyuban Pedagang Asongan Jabodetabek (PPAJ) dalam deklarasi paguyuban tersebut di GOR Balai Rakyat Cilandak.
Usai penyematan bendera PPAJ kepada para pengurusnya, acara dilanjutkan dengan hiburan musik dangdut sederhana, yang telah melekat dengan citra musik merakyat. Dengan cukup antusias, para pedagang asongan ikut berjoget bersama. (bhc/frd)
|