Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Pedagang Asongan
Ketua PPAJ: Pemimpin Harus Beri Perlindungan
Sunday 20 May 2012 17:28:36
 

Deklarasi PPAJ (Foto: BeritaHUKUM.com/frd)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Para pedagang berharap pada Ppemilukada DKI Jakarta yang diadakan pada Juli mendatang. Di tengah-tengah kesemrawutan tata letak kota, kesemrawutan mobilitas warga atau lebih tepat kemacetan, kesemrawutan ekonomi, dan kesemwawutan politik praktis, para pedagang asongan mengukuhkan diri dalam Paguyuban Pedagang Asongan Jabodetabek (PPAJ). Para anggotanya merasa dengan kekuatan berorganisasi akan menciptakan kekuatan massa sebagai mediasi perjuangan hak-hak para pedagang, yang pada umumnya berdagang untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga.

“Tak pernah ada dukungan dari pemerintah, apalagi bantuan agar kami bisa hidup lebih layak. Padahal yang kami kerjakan ini adalah pekerjaan yang halal, karena kami bekerja dengan keringat kami, bukan seperti koruptor yang mencuri uang rakyat,” ujar Ketua PPAJ dalam satu wawancara disela acara deklarasi.

Deklarasi PPAJ dilakukan pada Sebtu, 19 Mei, di GOR balai rakyat Cilandak, Jalan KH. Muhasyim VII No. 8, Jakarta Selatan. Deklarasi tersebut bertema “Bersatu-Berdaulat-Mandiri”, dan dihadiri 500 orang lebih pedagang asongan dari berbagai penjuru Jakarta, seperti dari terminal Blok M, terminal Kampung Rambutan, Slipi dan berbagai tempat lainya. Acara juga dibuka dengan pementasan teater oleh beberapa pedagang asongan yang kemudian dipadukan dengan pembacaan teks deklarasi.
Acara deklarasi berlangsung cukup meriah. Teriakan-teriakan dari para pedagang asongan yang menyambut berikrarnya media perjuangan mereka. Bahkan, kelak, pemimpin DKI Jakarta yang baru diharapkan mampu mendengar segala aspirasi para pedagang.

“Memang selama ini yang kita lihat, Pak Jokowi yang sudah terlihat integritasnya dalam mendukung dan melindungi pedagang kecil. Tapi siapapun nanti pemimpin Jakarta yang terpilih, mereka harus memberikan perlindungan kepada pedagang asongan, bukan penggusuran,” seru Ronny Susanto, Ketua Paguyuban Pedagang Asongan Jabodetabek (PPAJ) dalam deklarasi paguyuban tersebut di GOR Balai Rakyat Cilandak.

Usai penyematan bendera PPAJ kepada para pengurusnya, acara dilanjutkan dengan hiburan musik dangdut sederhana, yang telah melekat dengan citra musik merakyat. Dengan cukup antusias, para pedagang asongan ikut berjoget bersama. (bhc/frd)




 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2